Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Berbasis MASAGI Meaningful–Active, Supportive–Adaptive, Growth Mindset–Inclusive Meningkatkan Minat Belajar Murid pada Materi Kelemahan dan Tantangan Bangsa dan Negara Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i4.3527Keywords:
Culturally Responsive Teaching, MASAGI, Pendidikan Pancasila, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Budaya LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan meningkatkan partisipasi murid melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis MASAGI (Meaningful–Active, Supportive–Adaptive, Growth Mindset–Inclusive) pada materi Kelemahan dan Tantangan Bangsa dan Negara Indonesia dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 31 murid kelas XII-6 SMA Pasundan 1 Bandung. Pembelajaran menggunakan lagu daerah Jawa Barat “Manuk Dadali”, pemantik kasus lokal, dan nilai-nilai budaya lokal yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata keaktifan murid dari 55% pada siklus I menjadi 86,25% pada siklus II, dengan peningkatan terbesar pada aspek bertanya kepada guru (30% menjadi 85%). Rata-rata nilai post-test juga naik dari 81,6 menjadi 98. Hasil wawancara menunjukkan bahwa murid lebih termotivasi dan tertarik memahami konsep-konsep Pancasila karena pembelajaran berkaitan dengan budaya mereka. Dengan demikian, CRT berbasis MASAGI efektif meningkatkan keaktifan, hasil belajar, dan minat belajar murid.
References
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka (edisi revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Devi, W. H. S., Dianti, P., & Hartati, L. L. (2025). Meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas VII.G pada pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) di SMP Negeri 51 Palembang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 293–304.
Faridah, R., Maksum, A., & Nurhasanah, N. (2024). Implementing culturally responsive teaching in Indonesian primary schools: Challenges and opportunities. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 12(3), 371–379.
Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). School engagement: Potential of the concept, state of the evidence. Review of Educational Research, 74(1), 59–109. https://doi.org/10.3102/00346543074001059.
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hidayati, R., Malik, I., & Ayu Tirtawati, S. (2025). Meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SDN 36 Cakranegara. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(3), 1690–1695.
Ladson-Billings, G. (1995). oward a theory of culturally relevant pedagogy. American Educational Research Journal, 32(3), 465–491.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moreno, J. B., & Rankine-Landers, M. (2023). Do your lessons love your students? Creative education for social change. Routledge.
Muhammad, G. (2023). Unearthing joy: A guide to culturally and historically responsive curriculum and instruction. Scholastic Professional.
Paris, D. (2012). Culturally sustaining pedagogy: A needed change in stance, terminology, and practice. . Educational Researcher, 41(3), 93–97.
Patras, Y. E., Rahmawati, Y., Japar, M., & Hidayat, R. (2024). Today and future of culturally responsive teaching (CRT): Indonesia needs it. urnal Kependidikan, 10(4), 1652–1664.
Washington, D. A. (2023). Culturally responsive reading: Teaching literature for social justice. Teachers College Press.




