Dari Pesisir Ke Panggung Nusantara: Peran Generasi Muda Dalam Menghidupkan Pariwisata Dan Budaya Pantai Subang Di Pasir Limau Kapas
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i4.3473Keywords:
Generasi Muda, Pariwisata Pesisir, Budaya Melayu, Inovasi Digital, Pantai Subang, Pasir Limau KapasAbstract
Pantai Subang yang terletak di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, memiliki potensi pariwisata alam dan kekayaan budaya Melayu pesisir yang melimpah. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal akibat keterbatasan promosi, fasilitas, serta tantangan modernisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal. Penelitian/makalah ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis generasi muda dalam menghidupkan serta mengembangkan pariwisata dan budaya Pantai Subang menuju tingkat nasional. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa generasi muda berperan penting sebagai agen perubahan melalui inovasi digital, pemanfaatan platform media sosial (seperti Instagram, TikTok, dan YouTube) untuk promosi serta edukasi budaya, pelestarian tradisi lokal, hingga penggerak kebersihan dan lingkungan. Selain itu, pengembangan pariwisata berbasis budaya dan partisipasi pemuda ini terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, membuka lapangan kerja kreatif, serta memperkuat identitas budaya daerah. Diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara masyarakat, generasi muda, dan pemerintah daerah agar Pantai Subang dapat tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan di panggung Nusantar.
References
Buhalis, D., & Law, R. (2008). Progress in information technology and tourism management: 20 years on and 10 years after the Internet—The state of eTourism research. Tourism Management, 29(4), 609–623.
Cole, S. (2006). Cultural tourism, community participation and empowerment. Dalam Cultural Tourism in a Changing World (hlm. 89–103). Channel View Publications.
Damanik, J. (2013). Pariwisata Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jennings, L. B., Parra-Medina, D. M., Hilfinger Messias, D. K., & McLoughlin, K. (2006). Toward a critical social theory of youth empowerment. Journal of Community Practice, 14(1-2), 31–55.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Nugroho, I. (2011). Ekoturis: Berwawasan Lingkungan Mengutamakan Kesejahteraan. Bogor: Penabur Swadaya.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Satria, A. (2015). Politik Kelautan dan Perikanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari Karakter Lokal ke Kesatuan Nasional. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Suharto, E. (2010). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasi di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.
Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi, dan Aplikasi. Jakarta: Kompas Media Nusantara.




