Pengembangan Media Kartu Bergambar Berbasis Metode Phonics untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i4.3216Keywords:
Media Kartu Bergambar, Metode Phonics, Keterampilan Membaca Permulaan, Siswa Sekolah Dasar, ADDIE.Abstract
Rendahnya keterampilan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar memerlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan, kepraktisan, serta efektivitas media kartu bergambar berbasis metode phonics dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas I SD Islam Ibnu Hajar Mandiri. Data dikumpulkan melalui instrumen validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes membaca permulaan (pre-test dan post-test). Teknik analisis data menggunakan analisis persentase kelayakan/kepraktisan serta uji N-Gain untuk mengetahui efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan berkategori sangat valid berdasarkan persentase validasi ahli media (96,67%), ahli materi (100%), dan ahli bahasa (91,67%). Hasil uji kepraktisan mencapai 93,33% dari respon guru dan 82% dari respon siswa (kategori sangat praktis). Uji efektivitas menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,62 (kategori sedang). Dengan demikian, media kartu bergambar berbasis metode phonics terbukti layak, praktis, dan efektif membantu siswa mengenal bunyi huruf, membedakan simbol huruf, merangkai bunyi, serta melafalkan kata dengan tepat.
References
rikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bellasonya, R., & Dahlan, T. (2024). Analisis kendala guru dan siswa dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas rendah sekolah dasar. Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Pendidikan Dasar, 7(1), 45–56.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. New York, NY: Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Hanif, K. (2025). Efektivitas penggunaan metode phonics dalam melatih kemampuan blending membaca permulaan siswa. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 6(2), 112–121.
Mansoer, Z., & Susliah, E. (2024). Peningkatan kemampuan membaca permulaan anak usia dini melalui metode phonics. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 15–26.
OECD. (2018). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. Paris: OECD Publishing.
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. Paris: OECD Publishing.
Oktari, D. P., & Dwianto, A. (2025). Analisis kesulitan membaca siswa kelas 1 sekolah dasar. Epistema, 5(2), 135–146.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. New York, NY: Basic Books.
Rahma, A., & Dafit, F. (2021). Analisis kesulitan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar. Jurnal Akademika Pembelajaran, 4(3), 201–210.
Safitri, B., Listyarini, I., & Azizah, M. (2025). Penggunaan media pembelajaran inovatif dalam membaca permulaan di sekolah dasar. Global Research and Innovation Journal, 1(3), 3383–3397.
Sakina, M., Wardani, K., & Rahayu, S. (2026). Analisis kesalahan fonetik dan visual siswa dalam membedakan huruf serupa di kelas awal. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (Pendas), 11(1), 78–89.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supanto, E., Wahidy, A., & Utami, S. A. (2025). Pengembangan media kartu huruf dan kartu kata bergambar untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan. Jurnal Learning and Instruction, 4(2), 101–114.




