Modulasi Indian Ocean Dipole terhadap Karakteristik Musim pada Fase El Nino di Provinsi Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i4.3214Keywords:
Indian Ocean Dipole, El Nino, karakteristik musim, Jawa Tengah, Zona MusimAbstract
Jawa Tengah merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi sekaligus berperan sebagai lumbung padi nasional, sehingga dinamika musim penting untuk dikaji. Variabilitas musim di wilayah ini dipengaruhi oleh interaksi El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang dapat saling menguatkan atau meredam. Penelitian ini bertujuan mengkaji modulasi IOD terhadap karakteristik musim yang meliputi awal musim, panjang musim, dan sifat hujan pada fase El Nino di 54 Zona Musim (ZOM) Jawa Tengah periode 1991–2020. Tahun komposit ditentukan berdasarkan Oceanic Nino Index (ONI) dan Dipole Mode Index (DMI), kemudian karakteristik musim dibandingkan dengan kondisi klimatologis normal. Anomali awal dan panjang musim diuji menggunakan uji-t satu sampel pada taraf 5%, sedangkan sifat hujan ditentukan berdasarkan persentase curah hujan musim terhadap normal. Hasil menunjukkan IOD Positif cenderung memperkuat dampak El Nino, ditandai dengan mundurnya awal musim hujan, majunya awal musim kemarau, bertambahnya durasi musim kemarau, memendeknya musim hujan, dan meningkatnya dominasi sifat hujan bawah normal. Sebaliknya, IOD Negatif cenderung meredam dampak El Nino dengan respons berlawanan. Meskipun demikian, sebagian besar perubahan tidak signifikan secara statistik, terutama pada komposit dengan jumlah tahun terbatas.
References
Akbar, M. (2024). Analisis Pengaruh La Nina Triple Dip (2020-2022) Terhadap Curah Hujan Bulanan dan Tahunan Hingga Periodisasi Musim Jawa Barat Menggunakan Google Earth Engine. Universitas Winaya Mukti.
Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Identification of Three Dominant Rainfall Regions within Indonesia and Their Relationship to Sea Surface Temperature. International Journal of Climatology: A Journal of the Royal Meteorological Society, 23(12), 1435–1452.
Asyam, A. M. D., Rochaddi, B., & Widiaratih, R. (2024). Hubungan ENSO dan IOD Terhadap Suhu Permukaan laut dan Curah Hujan di Selatan Jawa Tengah. Indonesian Journal of Oceanography, 6(2), 165–172.
Auliyani, D., & Wahyuningrum, N. (2020). Pola Hujan Di Bagian Hulu Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Dalam Perencanaan Pemanfaatan Sumber Daya Air (Rainfall Pattern for Water Resources Utilization Planning in the Upperstream of Bengawan Solo Watershed). Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 4(1), 53–62.
BMKG. (2022). Pemutakhiran Zona Musim Indonesia Periode 1991-2020. Pusat Informasi Perubahan Iklim, Kedeputian Bidang Klimatologi, BMKG.
BNPB. (2025). Data Bencana Indonesia. https://data.bnpb.go.id/dataset/data-bencana-indonesia
BPS. (2025). Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Padi Menurut Provinsi. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ5OCMy/luas-panen-produksi-dan-produktivitas-padi-menurut-provinsi.html
Chang, C.-P., Wang, Z., McBride, J., & Liu, C.-H. (2005). Annual cycle of Southeast Asia—Maritime Continent rainfall and the asymmetric monsoon transition. Journal of Climate, 18(2), 287–301.
CPC. (2025). Oceanic Niño Index (ONI). National Oceanic and Atmospheric Administration. https://www.cpc.ncep.noaa.gov/products/analysis_monitoring/ensostuff/ONI_v5.php
Estiningtyas, W., & Syakir, M. (2018). Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Padi di Lahan Tadah Hujan. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 18(2). https://doi.org/10.31172/jmg.v18i2.406
Firmansyah, A. J., Nurjani, E., & Sekaranom, A. B. (2022). Effects of the El Niño-Southern Oscillation (ENSO) on Rainfall Anomalies in Central Java, Indonesia. Arabian Journal of Geosciences, 15(24), 1746.
Giarno, G., Dupe, Z. L., & Mustofa, M. A. (2012). Kajian Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau di Indonesia. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 13(1).
Gultom, T. I., & Arifianto, F. (2022). Pengaruh El Nino dan La Nina Terhadap Variabilitas Curah Hujan dan Musim di Kabupaten Cianjur. The Climate of Tropical Indonesia Maritime Continent Journal, 1(2).
JMA. (2024). Data and Analysis Method: Impacts of El Niño/La Niña and Indian Ocean Dipole Events on the Global Climate. https://www.data.jma.go.jp/tcc/tcc/products/climate/ENSO/method.html?
Kain, M. M., Wahid, A., & Geru, A. S. (2018). Analisis Pengaruh El Nino Terhadap Hujan di NTT. Jurnal Fisika: Fisika Sains Dan Aplikasinya, 3(2), 155–162.
Karmen, R. F. (2023). Analisis Resiko Bencana Akibat Musim Kemarau Berkepanjangan di Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 2, 947–957.
Maharani, S., Ratnawati, H. I., & Lubis, A. M. (2025). Hubungan ENSO-IOD Terhadap Curah Hujan dan Suhu Permukaan Laut di Perairan Bengkulu. Buletin Oseanografi Marina, 14(2), 284–298.
Maulida, N. P., Ariska, M., Suhadi, S., & Akhsan, H. (2025). Rainfall Characteristics in Kalimantan Island During ENSO and IOD Phases: Insights from Composite Analysis. JURNAL ILMU FISIKA| UNIVERSITAS ANDALAS, 17(1), 88–100.
McBride, J. L., Haylock, M. R., & Nicholls, N. (2003). Relationships between the Maritime Continent Heat Source and the El Niño–Southern Oscillation Phenomenon. Journal of Climate, 16(17), 2905–2914.
Narulita, I. (2017). Pengaruh ENSO dan IOD pada Variabilitas Curah Hujan di DAS Cerucuk, pulau Belitung. Jurnal Tanah Dan Iklim, 41(1), 45–60.
Nur’utami, M. N., & Hidayat, R. (2016). Influences of IOD and ENSO to Indonesian Rainfall Variability: Role of Atmosphere-ocean Interaction in the Indo-Pacific Sector. Procedia Environmental Sciences, 33, 196–203.
Pandia, F. S., Sasmito, B., & Sukmono, A. (2019). Analisis Pengaruh Angin Monsun Terhadap Perubahan Curah Hujan dengan Penginderaan Jauh (Studi Kasus: Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Geodesi Undip, 8(1), 278–287.
Rahayu, N. D., Sasmito, B., & Bashit, N. (2018). Analisis Pengaruh Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Terhadap Curah Hujan di Pulau Jawa. Jurnal Geodesi Undip, 7(1), 57–67.
Renitasari, S. A., Widagdo, S., & Bintoro, R. S. (2023). Karakteristik Curah Hujan Monsunal Pada Periode ENSO dan IOD (Studi Kasus: Lampung, Surabaya dan Jayapura). Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research)(J-Tropimar), 5(1), 21–33.
Saji, N. H., Goswami, B. N., Vinayachandran, P. N., & Yamagata, T. (1999). A Dipole Mode in the Tropical Indian Ocean. Nature, 401(6751), 360–363.
Saji, N. H., & Yamagata, T. (2003). Structure of SST and Surface Wind Variability during Indian Ocean Dipole Mode Events: COADS Observations. Journal of Climate, 16(16), 2735–2751.
Setiawan, D. (2021). Analisis Curah Hujan di Indonesia untuk Memetakan Daerah Potensi Banjir dan Tanah Longsor dengan Metode Cluster Fuzzy C-Means dan Singular Value Decompotition (SVD). Engineering, MAthematics and Computer Science Journal (EMACS), 3(3), 115–120.
Suhadi, S., Mabruroh, F., Wiyanto, A., & Ikra, I. (2023). Analisis Fenomena Perubahan Iklim terhadap Curah Hujan Ekstrim. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(1), 94–100.
Sumastuti, E., & Pradono, N. S. (2016). Dampak Perubahan Iklim pada Tanaman Padi di Jawa Tengah. Journal of Economic Education, 5(1), 31–38.
Tjasyono, B., Gernowo, R., Woro, S., & Ina, J. (2008). The Character of Rainfall in the Indonesian monsoon. International Symposium on Equatorial Monsoon System, 1–11.
Trenberth, K. E. (1997). The Definition of El Nino. Bulletin of the American Meteorological Society, 78(12), 2771–2778.
Wigati, R., Oktaviani, S., & Soedarsono, S. (2016). Analisis Kekeringan Menggunakan Metode Theory of Run (Studi Kasus DAS Ciujung). Journal Industrial Servicess, 1(2).
Wilks, D. S. (2006). Statistical Methods in the Atmospheric Sciences (Vol. 627). Academic press London.
Yuan, Y., & Li, C. (2008). Decadal Variability of the IOD-ENSO Relationship. Chinese Science Bulletin, 53(11), 1745–1752.




