Identifikasi Sea Breeze Front di Wilayah Semarang Menggunakan Satelit Himawari-9
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i4.3135Keywords:
Sea Breeze Front, Cloud Line, Himawari-9, Observasi Permukaan, Semarang.Abstract
Fenomena Sea Breeze Front (SBF) merupakan sirkulasi atmosfer skala meso yang berperan penting dalam pembentukan awan konvektif dan cuaca lokal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik SBF di pesisir Semarang selama musim kemarau tahun 2025 (Juni-Agustus). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan citra Satelit Himawari-9 kanal visible (Band 3) dan infrared (Band 13) untuk mengidentifikasi cloud line, serta data AWS dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang untuk menganalisis parameter angin permukaan (windrose), suhu udara, dan kelembapan relatif (RH). Analisis dilakukan terhadap enam kejadian SBF representatif, yaitu tanggal 17 Juni, 27 Juni, 13 Juli, 28 Juli, 11 Agustus, dan 30 Agustus 2025. Hasil analisis spasial-temporal menunjukkan SBF berhasil diidentifikasi melalui kemunculan pola cloud line memanjang yang bergerak menuju daratan. Masuknya SBF dikonfirmasi secara fisis di permukaan oleh perubahan arah angin dari darat menjadi laut, peningkatan kecepatan angin, penurunan suhu udara hingga 2,3°C (pada 17 Juni 2025), serta lonjakan RH hingga 14% (pada 11 Agustus 2025). Penelitian ini menunjukkan bahwa pergerakan SBF di Semarang sangat dipengaruhi oleh kekuatan angin latar (background wind) monsun timur dan hambatan topografi kompleks dari Gunung Ungaran di daratan bagian selatan.
References
Anjos, M., & Lopes, A. (2019). Sea Breeze Front Identification on the Northeastern Coast of Brazil and Its Implications for Meteorological Conditions in the Sergipe Region. Theoretical and Applied Climatology, 137(3–4), 2151–2165. doi: https://doi.org/10.1007/s00704-018-2732-x
Ferdiansyah, M. R., & Wijayanto, A. W. (2022). The estimation of sea-breeze front velocity over coastal urban using Himawari-8 images: A case study in Jakarta. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 23(3), 39-44. doi: https://doi.org/10.31172/jmg.v23i3.39-44
Hastuti, D., Firdianto, P. U., & Pribadi, Y. H. (2018). Penentuan Variabilitas Awan Menggunakan Satelit Himawari-9 di Bandara Tunggulwulung. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika (JIIF).
Kurnia, L. (2025). Angin darat dan Angin Laut dan Dampaknya Pada Lingkungan. Item TESLINK: Teknik Sipil dan Lingkungan, 7(1), 225-230.
Oigawa, M., Matsuda, T., Tsuda, T., & Noersomadi. (2017). Coordinated observation and numerical study on a diurnal cycle of tropical convection over a complex topography in West Java, Indonesia. Journal of the Meteorological Society of Japan, 95(4), 261–281. doi: https://doi.org/10.2151/jmsj.2017-015
Orlanski, I. (1975). A rational subdivision of scales for atmospheric processes. Bulletin of the American Meteorological Society, 56(5), 527–530.
Papolu, J. S., Prasad, M. B., Vasavi, S., & Geetha, G. (2022). A Framework for Detection from Coastal Regions of India Using Morphological Snake Algorithm. ECS Transactions, 107(1), 585.
Ratri, W., & Suyatim. (2014). Karakteristik Angin Darat dan Angin Laut di Semarang pada Musim Kemarau. Skripsi Program Studi Meteorologi, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta.
Sari, A. R., Al Husnawati, H., Suryono, J., Marzuki, M., & Mulyapradana, A. (2025). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D. YPAD Penerbit.
Schmit, T. J., Griffith, P., Gunshor, M. M., Daniels, J. M., Goodman, S. J., & Lebair, W. J. (2017). A closer look at the ABI on the GOES-R series. Bulletin of the American Meteorological Society, 98(4), 681-698.
Yulihastin, E., Hadi, T. W., Abdillah, M. R., Fauziah, I. R., & Ningsih, N. S. (2022). Propagation of Convective Systems Associated with Early Morning Precipitation and Different Northerly Background Winds over Western Java. Journal of the Meteorological Society of Japan, 100(1), 99–113. doi: https://doi.org/10.2151/jmsj.2022-005
Zheng, J., Abulikemu, A., Wang, Y., Kong, M., & Liu, Y. (2022). Convection initiation associated with the merger of an immature sea-breeze front and a gust front in Bohai Bay Region, North China: A case study. Atmosphere, 13(5), 750.
Zhuge, X., Zou, X., Yu, L., Li, X., Zeng, M., Chen, Y., & Kan, W. (2023). Introduction to the NJIAS Himawari-8/9 cloud feature dataset for climate and typhoon research. Earth System Science Data Discussions, 2023, 1-37.




