Analisis Potensi Pengembangan Wisata Edukatif Berbasis Wisata Sejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2734Keywords:
Educational Tourism, Historical Tourism, Majapahit Kingdom, Trowulan, Destination Development.Abstract
Trowulan Area, Mojokerto Regency, East Java, is the former capital of the Majapahit Kingdom and preserves numerous archaeological heritage sites, including Tikus Temple, Bajang Ratu Temple, Brahu Temple, and Gentong Temple. This study aims to analyze the potential for developing history-based educational tourism at these four archaeological sites. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation studies involving site managers, visitors, and relevant institutions. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman based on three educational tourism indicators: learning value, knowledge enrichment, and site suitability. The findings reveal that all four sites possess significant historical, architectural, and spiritual values. However, their utilization as educational tourism destinations remains suboptimal due to limited interpretive media, the absence of permanent tour guides, and inadequate supporting facilities. The study identifies seven strategic directions for development, including integrated educational tourism packages, site-based learning, cultural performances, creative economy development, digital educational tourism, tourism village development, and the establishment of an archaeological research center. The proposed recommendations include strengthening interpretive media, improving tour guide competencies, providing adequate supporting infrastructure, and fostering collaboration among government agencies, site managers, academics, and local communities to achieve sustainable history-based educational tourism centered on the legacy of the Majapahit Kingdom.
References
Abidin, J., Azzahra, P. N., & Qonita, N. H. (2024). Analisis potensi wisata edukasi di Desa Wisata Ciasmara Kabupaten Bogor. Jurnal Industri Pariwisata, 7.
Aini, W., & Ridwan, M. (2019). Perencanaan paket wisata sejarah Lembah Bakkara Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara. PUSAKA: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 1(2), 59-63.
Arlado, I. (2025, April 23). Menelusuri jejak peninggalan Majapahit, pesona Candi Tikus yang tersembunyi di bawah tanah. Radar Majapahit.
Astuti, M. T., & Noor, A. A. (2016). Daya tarik Morotai sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 11.
Fajar Akasha, G. B., Muchsin, S., & Abidin, A. Z. (2022). Pengembangan potensi destinasi wisata budaya dalam menarik wisatawan (Studi kasus Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto). Jurnal Respon Publik, 16.
Heryati, Y. (2019). Potensi pengembangan wisata edukasi di Kota Bandung. Jurnal Master Pariwisata, 6(1), 135-154.
Maesari, N., Suganda, D., & Rakhman, C. U. (2019). Pengembangan wisata edukasi berkelanjutan di Museum Geologi Bandung. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 3.
Marus, H. N., & Aco, D. A. (2021). Pengembangan paket wisata usia dini pada Unkhair's Tour and Travel. Academia.
Muhajir, A., & Gultom, A. Z. (2021). Memori sejarah dan warisan pendudukan Jepang di Sumatera Timur sebagai potensi wisata sejarah. Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 5.
Muhammad, D. F., Mulyatini, N., & Faruk, M. (2020). Analisis magnet package tour dalam menarik kunjungan wisatawan (Studi kasus pada Perusahaan Tour and Travel CV. Mutiara Galuh Ciamis). Business Management and Entrepreneurship Journal, 2(4).
Muljana, S. (2006). Tafsir sejarah Nagara Kretagama. LkiS.
Nurlela, S., Siswanto, V. K., & Siswanto, E. B. (2024). Pengembangan jalur wisata budaya Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto berbasis network strategy. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3).
Putri, O. A., & Susanti, R. (2024). Analisis pengembangan potensi wisata edukasi di Universitas Negeri Padang. Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan, 2.
Rafi'arli, R. (2024, Februari 16). 7 fakta unik dan mitos seputar Candi Bajang Ratu di Kabupaten Mojokerto. TulungagungNetwork.com.
Sari. (2019). Potensi wisata sejarah di kawasan Trowulan sebagai bekas pusat Kerajaan Majapahit. Jurnal Pariwisata dan Budaya.
Syafi'i, M., & Purba, D. O. (2021, April 5). Sejarah Kerajaan Majapahit: Pendiri, puncak kejayaan, hingga pemberontakan. Kompas.
Sejarah dan Sosial. (2024, Juni 15). 5 candi di Trowulan Mojokerto sebagai peninggalan Majapahit. Kumparan.
Sosmiarti, & Pahlefi, U. A. (2019). Pengembangan potensi wisata sejarah dan kearifan lokal masyarakat Soasio melalui program paket wisata dan rumah budaya sebagai pusat Kesultanan Tidore. Buletin Ilmiah Nagari Membangun, 2(2).
Wilopo, K. K., & Hakim, L. (2017). Strategi pengembangan destinasi pariwisata budaya (Studi kasus pada kawasan Situs Trowulan sebagai pariwisata budaya unggulan di Kabupaten Mojokerto). Jurnal Administrasi Bisnis, 41(1).
Yoety, O. A. (1997). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Pradnya Paramita.




