Penguatan Profesionalitas Guru BK melalui Pengembangan Pribadi Konselor dalam Praktik Layanan Konseling di SMA: Studi Kualitatif

Authors

  • Mariana Astuti Universitas Hamzanwadi
  • Latif Hamidi Universitas Hamzanwadi
  • Baiq Mahyatun Universitas Hamzanwadi
  • Indah Sofianita Universitas Hamzanwadi
  • Yuliana Eka Safitri Universitas Hamzanwadi
  • Silmi Rostiana Universitas Hamzanwadi
  • Rizkia Maulida Universitas Hamzanwadi
  • Sridewi Supriyani Universitas Hamzanwadi
  • Muzayyin Fanani Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2647

Keywords:

BK Teacher Professionalism, Counselor Personal Development, Counseling Services, Coaching Techniques

Abstract

Guidance and Counseling (BK) teachers' professionalism is a key element in ensuring the quality of school counseling services. Alongside pedagogical and technical competencies, the counselor’s personal development plays a strategic role in establishing therapeutic relationship effectiveness. This study aims to explore the reinforcement of BK teachers' professionalism through the counselor's personal development in high school counseling practices. Utilizing a qualitative approach with a single-case study design, this research involved a BK teacher at SMAN 3 Selong, purposively selected based on over 15 years of experience and a track record as a national instructor. Data were gathered through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The results reveal that professionalism reinforcement based on personal development manifests in four primary processes: (1) self-reflection on handling critical cases, (2) managing student emotions through integrating coaching techniques and the restitution triangle, (3) independent competency development by designing assessment instrument applications, and (4) internalizing professional ethics and multi-directional interpersonal communication. This process significantly enhances emotional maturity, interpersonal competence, active listening skills, and professional courage in mediating. This study recommends integrating personal approach training and micro-counseling techniques during undergraduate studies.

References

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.) (p. 4). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications (p. 4).

Putri, A. (2016). Pentingnya kualitas pribadi konselor dalam konseling untuk membangun hubungan antar konselor dan konseli. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 1(1), 10-13. Diperoleh dari https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JBKI/article/view/99

Setiawan, G. D. (2013). Pengembangan pribadi konselor “Mengembangkan pribadi konselor yang efektif berlandaskan teori kepribadian”. Daiwi Widya: Jurnal Pendidikan, 1(1). Diperoleh dari https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/article/view/2013

Insani, N., & Astuti, B. (2024). Pengembangan kualitas pribadi konselor secara profesional dalam pelayanan bimbingan konseling. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 9(2), 97-107. Diperoleh dari https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JKI/article/view/10300

Latipah, I. (2024). Penerapan peer coaching untuk meningkatkan kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling SMP di Kabupaten Bandung Barat. Kinanti: Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih, 2(1). doi:https://doi.org/10.62518/tyyz5c64

Fuad, M. (2009). Kualitas pribadi konselor: Urgensi dan pengembangannya. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 3(2), 247-254. doi:https://doi.org/10.24090/komunika.v3i2.128

Lestari, A. S. W., Delima, I. D., Sukanda, U. F., & Rahayu, R. G. (2025). Peran coaching konseling melalui komunikasi interpersonal dalam membentuk kedisiplinan siswa berkebutuhan khusus (Studi kasus SMP National Global School). Dialektika Komunika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah, 13(2). Diperoleh dari https://ejournal.unis.ac.id/index.php/DK/article/view/8510

Syukur, M. (2021). Peningkatan kemampuan guru pada evaluasi pembelajaran melalui bimbingan kelompok di sekolah dasar. Jurnal Education and Development, 9(1), 430.

Dewi, D. S., Cahyani, L., & Marjo, H. K. (2024). Pengembangan kualitas pribadi konselor secara profesional dalam pelayanan bimbingan konseling: Literature review. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 10(1), 229. doi:http://dx.doi.org/10.31602/jmbkan.v10i1.13482

Auliya, R. U., & Karneli, Y. (2025). Isu dasar dalam praktek konseling: Kepribadian konselor, konselor profesional dan etika dalam praktek konseling. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 11(2), 159-168. Diperoleh dari https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/attaujih/article/view/12794

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sari, E., & Marjo, H. K. (2022). Peran konselor dalam pendidikan karakter. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 6(2).

Nurochman, H., & Setiawan, M. A. (2019). Peran konselor dalam penanggulangan pergaulangan bebas di kalangan remaja (Studi kasus di SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya). Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2), 14-20. doi:https://doi.org/10.33084/suluh.v4i2.620

Kindarsih, L. W. (2023). Peningkatan kompetensi wali kelas dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui coaching dan mentoring. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 8(2), 189-198. doi:https://doi.org/10.51169/ideguru.v8i2.323

Saragih, N. A. N., Hariko, R., & Karneli, Y. (2023). Kualitas konselor sebagai penentu proses konseling yang berhasil. Indonesian Journal of Educational Counseling, 7(2), 297-306. doi:https://doi.org/10.30653/001.202372.282

Sari, D. P., Ferdiansyah, M., Surtiyoni, E., & Arizona, A. (2022). Kemampuan komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling dalam menumbuhkan self-efficacy siswa di sekolah menengah pertama. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(2). doi:https://doi.org/10.51214/bocp.v4i2.277

Fidyani, A., Ali, M., & Cahyani, D. (2025). Penerapan segitiga restitusi dalam meningkatkan aksi nyata disiplin positif peserta didik pada mata pelajaran seni budaya kelas XI di SMAN 1 Lohbener. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 221. Diperoleh dari https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/36888

Ulya, R. F. (2026). Pengembangan pribadi konselor muda di era gen z: Self awareness sebagai fondasi kompetensi profesional. Jurnal Fokus Konseling, 12(2), 32-39. Diperoleh dari https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/fokus/article/view/3310

Rukin. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Takalar: Yayasan Ahmar Cendekia.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-07-24

How to Cite

Astuti, M., Hamidi, L., Mahyatun, B., Sofianita, I., Safitri, Y. E., Rostiana, S., … Fanani, M. (2026). Penguatan Profesionalitas Guru BK melalui Pengembangan Pribadi Konselor dalam Praktik Layanan Konseling di SMA: Studi Kualitatif. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 7(3), 4302–4309. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2647