Pemanfaatan Teknologi Artificial Intalligance Berbasis Google Gemini untuk Meningkatkan Kemandirian dan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Bola Basket Kelas XI SMAN 2 Mataram

Authors

  • Dandi Universitas Pendidikan Mandalika
  • Dadang Warta Chanra Wira Kesumah Universitas Pendidikan Mandalika
  • Kokom Supriyatnak Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2631

Keywords:

Artificial Intelligence, Google Gemini, learning independence, learning motivation, basketball learning.

Abstract

This study aimed to examine the effect of utilizing Google Gemini-based Artificial Intelligence (AI) technology on students' learning independence and motivation in Grade XI basketball learning at SMAN 2 Mataram. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The research sample consisted of 60 students, divided equally into an experimental group and a control group, with 30 students in each group. Data were collected using learning independence and learning motivation questionnaires and analyzed through descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and an Independent Samples t-test using IBM SPSS Statistics. The results revealed that the experimental group achieved a higher mean score for learning independence (56.87) than the control group (46.00), with a significance value of 0.004 (p < 0.05). Similarly, the experimental group obtained a higher mean score for learning motivation (63.70) than the control group (52.43), with a significance value of <0.001 (p < 0.05). These findings indicate that the use of Google Gemini has a significant positive effect on improving students' learning independence and motivation in basketball learning. Therefore, Google Gemini can serve as an innovative learning medium to support more active, independent, and student-centered physical education learning.

References

Agus Rustamana, et al. (2025). Metode penelitian kualitatif dalam memahami fenomena sosial. Prenada Media.

Andrianingsih, & Mustika. (2022). Pemanfaatan teknologi informasi dalam diferensiasi pembelajaran di MA. Jurnal Pendidikan Digital, 5(2), 45–53.

Anggraini, L., et al. (2025). Motivasi belajar sebagai faktor penentu keberhasilan belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1), 12–20.

Ansel. (2020). Hubungan kemandirian belajar dengan kesiapan siswa dalam pembelajaran. Jurnal Psikologi Pendidikan, 6(2), 88–96.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2019). Instrumen penelitian dalam pendidikan. Rineka Cipta.

Batubara, & Nugroho. (2021). Motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan Modern, 4(1), 21–30.

Brookfield, S. (2000). Understanding and facilitating adult learning. Jossey-Bass.

Dedyerianto. (2019). Kemandirian belajar siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(2), 77–84.

Fauzi, et al. (2024). Penggunaan media pembelajaran berbasis AI dalam meningkatkan motivasi belajar PJOK. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 9(1), 55–64.

Hasan, et al. (2022). Pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan keterampilan digital siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 7(3), 101–110.

Herawati, Taufik, & Nashruddin. (2022). Motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1), 40–49.

Hidayat, R., & Darmawan. (2019). Pemahaman gerak dasar dalam pembelajaran PJOK. Jurnal Keolahragaan, 6(2), 66–74.

Imran, & Almusharraf. (2024). Pemanfaatan AI dalam pendidikan digital dan inovasi pembelajaran. International Journal of Educational Technology, 10(1), 15–27.

Jamaludin. (2024). Efektivitas pembelajaran olahraga berbasis artificial intelligence pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan Olahraga, 11(2), 78–89.

Jannati. (2021). Kemandirian belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(1), 33–42.

Kurniawati. (2016). Teori belajar menurut Wina Sanjaya. Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 11–19.

Leny, L. (2023). Peningkatan motivasi belajar siswa melalui penggunaan artificial intelligence. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(2), 59–70.

Masrun. (1986). Kemandirian sebagai aspek kepribadian individu. Fakultas Psikologi UGM.

Miarso, Y. (2007). Menyemai benih teknologi pendidikan. Kencana.

Moleong, L. J. (1998). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mudjiman, H. (2007). Belajar mandiri. UNS Press.

Muhajir, & Binfas. (2024). Transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 25–36.

Muhammad Hadli Alfurqon, & Wirdati. (2024). Konsep artificial intelligence dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(2), 90–101.

Mulyana, et al. (2024). Penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Jurnal Pendidikan Interaktif, 6(1), 44–53.

Mulyatno, C. B. (2023). Teknologi pendidikan sebagai fasilitator pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan Indonesia, 7(2), 67–76.

Nugraha. (2018). Pembelajaran PJOK dan pemahaman gerak dasar siswa. Jurnal Pendidikan Jasmani, 4(2), 80–88.

Nurhayati. (2016). Kemandirian belajar siswa dalam proses pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 22–30.

Oktiani. (2017). Peran motivasi dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 5(2), 216–222.

Pertiwi. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(1), 55–63.

Rawis, & Kaligis. (2024). Implementasi AI dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Olahraga Anak, 2(1), 10–18.

Rohmawaty, Hilmi, Uqba, & Saleh. (2024). Peran AI dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 8(3), 91–102.

Rosidah. (2018). Teori belajar menurut Muhibin Syah. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 15–24.

Rusdiana. (2014). Konsep inovasi pendidikan. Pustaka Setia.

Slameto. (2002). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Solhan, & Dwiyogo. (2020). Konsep belajar mandiri dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan Mandiri, 5(1), 28–36.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukendro, et al. (2022). Media pembelajaran digital dalam meningkatkan pemahaman siswa. Jurnal Media Pembelajaran, 6(2), 72–81.

Sumarmo. (2004). Kemandirian belajar dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 1–8.

Sung, Y. T., Chang, K. E., & Liu, T. C. (2016). The effects of integrating mobile devices with teaching and learning on students’ learning performance: A meta-analysis. Educational Research Review, 17, 68–84.

Syaukani, et al. (2023). Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berbasis siswa. Jurnal Pendidikan Digital, 4(2), 39–48.

Uno, H. B. (2011). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.

Uno, H. B. (2017). Indikator motivasi belajar siswa. Bumi Aksara.

Yahya, et al. (2003). Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum di sekolah. Jurnal Pendidikan Nasional, 2(1), 13–21.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Dandi, Kesumah, D. W. C. W., & Supriyatnak, K. (2026). Pemanfaatan Teknologi Artificial Intalligance Berbasis Google Gemini untuk Meningkatkan Kemandirian dan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Bola Basket Kelas XI SMAN 2 Mataram. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 7(3), 2712–3720. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2631