Analisis Kebutuhan Pengembangan Multimedia Pembelajaran IPAS Berbasis Articulate Storyline 3 untuk Penguatan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Diva Auliya Fajrin Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Alfi Laila Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Mumun Nurmilawati Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2607

Keywords:

Need Assessment, Articulate Storyline 3, Science and Social Studies, Scientific Literacy, Elementary School.

Abstract

Scientific literacy needs to be strengthened from an early stage because it serves as a fundamental competence for elementary school students to understand natural phenomena logically, critically, and based on evidence. However, science and social studies (IPAS) learning in elementary schools still faces several challenges, particularly in the topic of changes in the states of matter, which is relatively abstract and difficult for students to understand when delivered only through textbooks or verbal explanations. This study aimed to analyze the need for developing IPAS learning multimedia based on Articulate Storyline 3 as a solution to support the enhancement of scientific literacy among elementary school students. The study employed a descriptive approach with a mixed-methods design as the initial analysis stage of the ADDIE development model. The participants consisted of 2 fourth-grade teachers and 40 fourth-grade students from SDN Gayam 2 and SDN Gayam 3 in Kediri City. Data were collected through observation, in-depth interviews, and needs analysis questionnaires using a Likert scale. The results showed that students had a high need for interactive learning media, as indicated by the percentage of knowledge about digital media (74%), difficulties in understanding the topic of changes in the states of matter (75%), supporting factors for media use (82%), barriers to media use (69%), and expectations for interactive learning media (81%). From the teachers’ perspective, the percentages were 83% for knowledge of learning media, 85% for mastery of IPAS content, 78% for school support toward digital media, 77% for barriers to media development, and 94% for expectations of ready-to-use media. These findings indicate a strong need for the development of IPAS learning multimedia based on Articulate Storyline 3 that is interactive, visual, and contextual to help students understand the concept of changes in the states of matter while also supporting the improvement of scientific literacy in elementary schools.

References

Amelia, S., & Fadli, R. (2021). Pengembangan media pembelajaran berbasis animasi untuk meningkatkan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan Dasar, 9(1), 45–58.

Ardiansyah, M., & Nurhadi, D. (2022). Visualisasi pembelajaran sains sebagai strategi peningkatan pemahaman konsep abstrak di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi, 10(3), 201–214.

Astuti, R. P., & Prasetyo, Z. K. (2020). Visualisasi konsep abstrak perubahan wujud zat berbasis animasi multimedia interaktif untuk siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 8(2), 184–196.

Dewi, N. K., & Haryanto, B. (2022). Beban kerja guru dan dampaknya terhadap inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 14(2), 99–112.

Febriani, L., & Pratama, I. (2024). Pengembangan media pembelajaran digital interaktif dalam mendukung pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(1), 33–47.

Fauzan, A., & Prabowo, H. (2021). Pengaruh media pembelajaran variatif terhadap motivasi dan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(2), 77–89.

Fitria, D., & Hidayat, R. (2024). Multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa SD. Jurnal Pendidikan Inovatif, 11(2), 145–158.

Fitria, N., & Nugroho, S. (2021). Dampak pemanfaatan media pembelajaran interaktif terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar IPAS di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 7(3), 231–242.

Fitriyani, Y., & Mulyani, S. (2021). Dominasi buku teks dan keterbatasan media dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Elementer, 5(2), 89–101.

Handayani, T., & Sutama, S. (2020). Kompetensi guru dalam pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 53(2), 120–131.

Hernawan, A., & Lestari, P. (2022). Pengaruh media konvensional terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 5(3), 210–222.

Hidayat, T., & Pratama, M. A. (2022). Analisis miskonsepsi siswa kelas IV SD pada konsep gaya dan transformasi energi menggunakan instrumen diagnostik. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(2), 210–221.

Kaharuddin, K., & Anwar, M. (2022). Mengoptimalkan literasi sains siswa sekolah dasar melalui model pembelajaran berbasis penemuan dan eksplorasi ilmiah. Jurnal Pendidikan Sains Terpadu, 10(2), 142–155.

Kemendikbudristek. (2023). Rapor pendidikan nasional 2023: Evaluasi capaian literasi, numerasi, dan karakter peserta didik Indonesia. Pusat Asesmen Pendidikan.

Kurniasih, E., & Dewi, S. (2023). Analisis kendala guru dalam pengembangan media pembelajaran digital di sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(1), 65–78.

Kusumawati, D., & Firmansyah, R. (2021). Integrasi teknologi dalam pembelajaran di sekolah dasar: Tantangan dan peluang. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(1), 50–63.

Lestari, P. D., & Fitria, A. (2023). Pembelajaran IPAS berbasis konteks nyata untuk meningkatkan partisipasi aktif dan keterampilan berpikir kritis siswa fase B. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(2), 304–318.

Mahmud, A. (2020). Integrasi kebudayaan lokal dalam media pembelajaran interaktif untuk mendongkrak minat belajar peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 167–180.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x

Ningsih, S., & Ramadhan, F. (2020). Perkembangan kemampuan berpikir abstrak siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 7(2), 88–100.

OECD. (2022). PISA 2022 results (Volume I): What students know and can do. OECD Publishing.

Permana, Y., & Utami, R. (2023). Pembelajaran berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 9(2), 101–114.

Pramono, A., & Handayani, R. (2023). Kompetensi digital guru dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 9(1), 40–53.

Pratiwi, L., & Ananda, R. (2024). Efektivitas media visual interaktif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 12(1), 55–68.

Putra, Y., & Wicaksono, A. (2024). Integrasi TPACK dalam pembelajaran sekolah dasar berbasis teknologi digital. Jurnal Pendidikan Modern, 13(1), 22–36.

Putri, A. R., & Apsari, N. (2022). Peningkatan pemahaman konsep IPAS siswa sekolah dasar melalui implementasi multimedia pembelajaran interaktif digital. Jurnal Edukasi Dasar, 6(2), 120–132.

Putri, M. E., & Santosa, C. A. (2022). Desain pengembangan sistem pembelajaran IPAS SD terstruktur memanfaatkan platform Articulate Storyline. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 6(1), 34–48.

Rahardjo, S., & Utami, D. (2021). Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 6(2), 101–114.

Rahmatullah, R., Inam, A., & Amin, M. (2023). Tampilan visual buku teks dan pengaruhnya terhadap fokus membaca serta pemahaman konsep siswa dasar. Jurnal Inovasi Kurikulum, 11(1), 54–67.

Rahmawati, E., & Marlina, L. (2021). Karakteristik belajar generasi alpha dan tuntutan transformasi media digital di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 112–126.

Rahayu, T., & Prasetyo, D. (2024). Media multimedia interaktif dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Multimedia, 10(1), 90–103.

Samsudin, A., & Rahayu, S. (2021). Kompetensi digital guru dalam pembelajaran berbasis teknologi. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(2), 75–88.

Setiawan, B., & Puspitasari, E. (2023). Interaktivitas media pembelajaran dan dampaknya terhadap keterlibatan siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9(2), 120–133.

Silitonga, P., Ginting, B., & Situmorang, R. (2022). Kendala kompetensi IT guru dalam adaptasi media interaktif software mandiri. Jurnal Teknologi Informasi Instruksional, 4(2), 85–98.

Sukmadinata, N. S., & Heryadi, D. (2020). Pembelajaran sains berbasis visualisasi untuk siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPA, 6(1), 30–42.

Suryani, L., & Arifin, Z. (2022). Beban administratif guru dan dampaknya terhadap inovasi pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan, 7(3), 115–128.

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000379707

Wibowo, A., & Marzuki, M. (2021). Penyebab kejenuhan belajar konsep sains pada pembelajaran searah tingkat dasar. Jurnal Elemen Pedagogik, 3(2), 101–114.

Widodo, H., & Laksana, D. (2024). Peran multimedia interaktif dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi, 12(1), 44–57.

Wulandari, F., & Santoso, H. (2021). Kriteria media pembelajaran ideal pada era digital. Jurnal Teknologi Pembelajaran, 8(2), 98–110.

Yuliana, S., & Firmansyah, T. (2020). Pemanfaatan perangkat digital dalam pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Terpadu, 5(1), 44–57.

Downloads

Published

2026-07-18

How to Cite

Fajrin, D. A., Laila, A., & Nurmilawati, M. (2026). Analisis Kebutuhan Pengembangan Multimedia Pembelajaran IPAS Berbasis Articulate Storyline 3 untuk Penguatan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 7(3), 3993–4003. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2607