Ketimpangan Akses Pendidikan Islam: Studi Kasus di Tambing Kekeq Aik Berik
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2207Keywords:
Inequality in Access, Islamic, Education.Abstract
This study aims to analyze the inequality in access to Islamic education in Tambing Kekeq Hamlet, Aik Berik Village, Central Lombok Regency, by examining the factors that influence this disparity and its implications for the sustainability of community education. Educational inequality in this context is understood as a structural phenomenon influenced by geographic conditions, economic conditions, educational infrastructure, and policies that are not fully responsive to remote areas. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews with five respondents consisting of parents, students, community leaders, teachers, and village officials. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results show that the inequality in access to Islamic education in the study area is caused by geographic isolation that hinders student mobility, limited teaching staff and educational facilities, and economic pressures of an agrarian community that often makes education a low priority. These conditions result in low educational participation, high absenteeism rates, and the emergence of a gap in religious literacy between central and peripheral areas. These findings confirm that educational inequality is multidimensional and interconnected, forming a cycle of educational injustice. The implications of this research point to the need for more affirmative and region-based education policies, including strengthening educational infrastructure, equitable distribution of teaching staff, and innovative educational services based on geographic accessibility. This approach is crucial for realizing a more inclusive and equitable distribution of Islamic education in remote areas.
References
Angglepi, M. S., Susanti, E., & Haironi, N. (2025). Tantangan mobilitas pelajar di sebrang Sungai Kampar Kiri dalam menempuh pendidikan. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 757–764.
Arinda, M. (2025). Resiliensi sosial masyarakat Desa Alue Keujrun dalam menghadapi keterbatasan akses pendidikan menengah (Disertasi Doktor, Universitas Malikussaleh).
Djufri, I., & ST, M. (2026). Aksesibilitas perkotaan dan IPM: Membaca pembangunan dari perjalanan harian. Feniks Muda Sejahtera.
Djufri, I., & ST, M. (2026). Merancang kota, memahami manusia: Pendekatan antropologi dalam penataan wilayah. Feniks Muda Sejahtera.
Fadiah, F. (2023). Co-production pelayanan publik (Studi: ShelterWarga Kota Makassar) = Co-production of public service (Study: Community Shelter of Makassar City) (Disertasi Doktor, Universitas Hasanuddin).
Fatmawati, I. (2026). Ketimpangan akses pendidikan agama dan implikasinya terhadap mobilitas sosial: (Analisis perspektif teori konflik). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 5971–5980.
Gunawan, B. (2020). Analisis yuridis pendidikan jarak jauh dalam perspektif hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar NRI 1945 pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Jurnal HAM, 11(3), 387.
Hamidi, J. (2016). Perlindungan hukum terhadap disabilitas dalam memenuhi hak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 23(4), 652–671.
Hasanah, R. (2025). Ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil: Isu ham dan kebijakan hukum di indonesia. Wicarana, 4(1), 1–9.
Judijanto, L., Atmaja, U., Irawati, I., Juhandi, D., Kusumastuti, S. Y., & Chaniago, N. (2025). Ekonomi pembangunan pedesaan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Ledyawati, L., Wirautami, N. L. P., Syafruddin, S., Watie, E. D. S., Setyowati, R. M., Pujiriyani, D. W., ... & Khairifa, F. (2025). Dilematika perempuan: Mengkaji permasalahan sosial yang dihadapi perempuan Indonesia. Star Digital Publishing.
Mustika, W., Arrang, A. T., Londongsalu, J., Wulansari, I., Ahmad, S. N., Syukuriah, S., ... & Kusuma, A. (t.th.). Infrastruktur transportasi untuk kota kecil.
Pattinasarany, E. R. I. (2012). Mobilitas sosial vertikal antar generasi: Kajian terhadap masyarakat kota di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Universitas Indonesia.
Prima, J., & Wahyunisa, H. (2025). Tinjauan yuridis putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-XIV/2016 tentang hak pendidikan anak di Indonesia. Sanskara Hukum dan HAM, 4(02), 146–154.
Ramadhani, D. A., Meidiah, A. N. S., Ramadani, N. O., Yusuf, M., Zulihi, Z., Taslim, M., & Efendy, D. (2025). Keterbatasan transportasi dan kendala anak sekolah dalam mengakses pendidikan di Kampung Pisang Kota Jayapura. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(2), 681–692.
Rini, N. S. (2018). Analisis implementasi prinsip non-diskriminasi dalam peraturan daerah di bidang pendidikan dan kesehatan. Jurnal HAM, 9(1), 19–36.
Rohmah, A. R. K. A., Qonitatun, A., Luwistiana, S. N., & Yuniasih, Z. K. (2026). Kesenjangan kualitas sekolah: Tantangan pemerataan pendidikan dasar di pesisiran Jawa dan implikasinya di ranah keberagaman Islam. Al Madjid: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 1–29.
Seo, M. R., Pairikas, F., & Saingo, Y. A. (2025). Potret diskriminasi agama di Indonesia: Studi kasus implementasi nilai keadilan sosial bagi kelompok minoritas. Mutiara: Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 3(1), 319–338.
Siregar, S. H., Refdianti, A., Harahap, E. T. H., Telaumbanua, P. A. H., & Sirregar, S. B. (2025). Analisis hambatan akademis dan infrastruktur dalam mewujudkan cita-cita pendidikan di Desa Tamosu, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang
Islamic and Scientific Education Research, 2(3), 82-93.
Wasino, W., Barokah, A., Maulida, L. R., & Ismuwardani, Z. (2026). Jejak Sosial: Menyingkap Ketimpangan dan Keadilan di Tengah Masyarakat. CV Eureka Media Aksara.
Yusuf, H., & Rahmat, N. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT COOPARATIVE FARMING Masyarakat Petani Padi di Lahan Gambut.




