Penerapan Teknik Bercerita Dua Arah (Two-Way Storytelling) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Kelompok B di TK PGRI 07 Aikmel
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.1999Keywords:
Two-Way Storytelling, Listening Skills, Early Childhood Education, Language Development, Classroom Action Research.Abstract
This study aimed to improve the listening skills of Group B children at TK PGRI 07 Aikmel through the implementation of the two-way storytelling technique. The study was motivated by the low listening skills demonstrated by the children, as reflected in their limited attention during storytelling activities, difficulties in answering questions related to the story, and inadequate ability to comprehend and retell information in a sequential manner. This research employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles involving planning, action, observation, and reflection stages. The participants were Group B children of TK PGRI 07 Aikmel. Data were collected through observation and documentation using an assessment instrument covering attention focusing, story comprehension, question answering, relevant responses, and following sequential instructions. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques, with a classical success criterion of at least 85%. The findings revealed a continuous improvement in children’s listening skills across the cycles. The percentage increased from 64.48% in the pre-cycle to 75.71% in Cycle I and reached 86.06% in Cycle II, exceeding the predetermined success criterion. These findings indicate that the implementation of the two-way storytelling technique is effective in improving the listening skills of early childhood learners. Furthermore, the study highlights the pedagogical value of interactive storytelling in promoting active participation, language development, and meaningful learning experiences among young children.
References
Amir, A., Rahmawati, R., & Sari, N. (2023). Komunikasi dua arah dalam meningkatkan pemahaman belajar anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 115–124.
Amirah, A. (2023). Pentingnya kemampuan menyimak dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 45–53.
Asih, S. (2021). Penerapan metode tanya jawab dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 88–96.
Cahyati, U., Karta, I. W., Astawa, I. M. S., & Fahruddin. (2022). Application of Storytelling Methods and Picture Word Card Media on Language Ability for Children. Journal for Lesson and Learning Studies, 5(2), 252–258.
Hamidah, H., Nurhidayah, N., & Sari, R. (2020). Metode tanya jawab sebagai upaya meningkatkan motivasi dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 33–42.
Hamruni. (2021). Strategi pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
Irma, I., Sari, D. P., & Lestari, R. (2024). Penerapan storytelling interaktif untuk meningkatkan keterampilan menyimak anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 55–64.
Isnaini, N., & Sari, M. (2025). Komunikasi dua arah dalam pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 21–30.
Isnaini, N., Rahmawati, D., & Pratiwi, S. (2023). Penguatan positif dalam komunikasi pembelajaran anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4120–4129.
Juzvini, A., Habibi, M., Sriwarthini, N. L. P. N., & Buahana, B. N. (2024). Pengaruh pemberian reward terhadap peningkatan kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Pemenang tahun ajaran 2023/2024. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), 345-357.
Nabilla, I. A., Rahmawati, B., & Faradiba, S. S. (2022). Storytelling interaktif sebagai media pembelajaran bermakna bagi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 101–110.
Nurhayati, S. (2025). Prinsip interaktivitas dalam kegiatan bercerita anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 70–78.
Permendikbud No. 137 tahun 2014.
Ramadhani, R. (2023). Peningkatan kemampuan menyimak anak usia 4–5 tahun melalui metode bercerita. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 89–98.
Sadida, F. (2026). Penerapan teknik bercerita dua arah (two-way storytelling) untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak kelompok B di TK PGRI 07 Aikmel [Skripsi, Universitas Mataram].
Sari Dian Mayang, Sofa Muthohar, Mursid. (2025). Implementasi Metode Bercerita Interaktif untuk Mengembangkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia Dini. PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Volume 14, No. 2, Bulan Mei 2025, pp. 226-241. DOI: 10.26877/paudia.v14i2.1573
Siagian, R., Lestari, D., & Putri, A. (2023). Pola komunikasi interaktif dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 5(2), 134–142.
Siregar, N. H., Sari, M., & Lubis, R. (2024). Identifikasi kemampuan menyimak anak usia dini melalui video mendongeng digital. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 650–660.
Syariat, M., Fitriani, N., & Aulia, R. (2023). Storytelling interaktif dalam meningkatkan partisipasi aktif dan perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 145–154.
Wahidah, A. F. N., & Latipah, E. (2021). Pentingnya mengetahui perkembangan bahasa anak usia dini dan stimulasinya. JAPRA: Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal, 4(1), 43–62.
Widasari, M., & Cahyati, N. (2024). Meningkatkan kemampuan menyimak pada anak usia dini melalui metode bercerita. Buhuts Al-Athfal: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 4(1).
Wijayanti, C. S., Tahir, M., Handika, I., & Zain, M. I. (2025). Pengaruh media wayang kertas bermuatan cerita dongeng Sasak terhadap keterampilan menyimak mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas 5 SDN 42 Mataram. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2).




