Etika Ekosentrisme sebagai Paradigma Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lahan Berkelanjutan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i2.1905Keywords:
Ethics of Ecocentrism, Natural Resources, Sustainable Development, Land Degradation, Environmental Conservation.Abstract
Global environmental crises such as land degradation, deforestation, pollution, biodiversity loss, and climate change show that anthropocentric-oriented natural resource management hasnot been able to create environmental sustainability. Indonesia as a megabiodiversity country also faces serious environmental problems, such as the area of degraded land reaching 24.3-48.3 million hectares, the rate of net deforestation of 175.4 thousand hectares per year, and the decline in soil biodiversity on intensive agricultural land. This condition shows the need for an alternative paradigm that pays more attention to ecological sustainability. This research aims to analyze the ethics of ecocentrism as a paradigm of sustainable natural resource and land management in Indonesia, identify its main principles, examine its implementation in environmental management, and formulate sustainable development policy recommendations. The research uses a literature review method with a descriptive quantitative analysis approach. Data is obtained from scientific articles, government reports, and international documents relevant to sustainable environmental management. A total of 78 articles and documents were analyzed in depth. The results of the study show that the ethics of ecocentrism places nature as an entity that has intrinsic value and is applied through agroforestry strategies, soil and water conservation, forest rehabilitation, and local community empowerment. In addition, the integration of sustainable development principles in national policies such as the SDGs and FOLU Net Sink 2030 shows a shift towards more ecologically oriented environmental management. However, its implementation still faces challenges in the form of low environmental awareness, limited funding, and conflicts of interest between natural resource exploitation and environmental conservation. However, the ethics of ecocentrism can be a relevant alternative paradigm in the sustainable management of natural resources and land in Indonesia because it is able to encourage a balance between human needs and environmental sustainability. Therefore, it is necessary to strengthen ecosystem-based policies, increase environmental education, support funding, and cooperation between the government, the community, academics, and the private sector to support the implementation of sustainable environmental management.
References
Abdulah, M., Taufik, M., & Ramadhan, Y. (2020). Pengaruh faktor sosial-ekonomi terhadap konservasi lahan oleh petani. Jurnal Penelitian Pertanian, 12(1), 45–58.
Afifah, R., Natsir, A., & Syarifuddin, M. (2023). Model agroforestri di wilayah NTB: Studi kasus petani HKm Aik Bual. Jurnal Kehutanan dan Pembangunan Wilayah, 5(2), 112–128.
Arimbawa, W., & Putra, I. K. A. (2021). Dari antroposentrisme menuju ekosentrisme: Diskursus pengelolaan lingkungan dan tata ruang Bali. Jurnal Ecocentrism, 1(2), 156–174.
Austin, K. G., Schwantes, A., Gu, Y., & Kasibhatla, P. S. (2019). What causes deforestation in Indonesia? Environmental Research Letters, 14(2), 024-007. https://doi.org/10.1088/1748-9326/aaf6db
Bai, Z., Dent, D., Olsson, L., & Schaepman, M. (2023). Global assessment of land degradation and sustainable land management: Trends and responses. Land Degradation & Development, 34(1), 1–14.
BRMP Perkebunan. (2025). Agroforestri: Solusi harmonisasi perkebunan dan hutan. Kementerian Pertanian.
Capra, F. (1996). The Web of Life: A New Scientific Understanding of Living Systems. New York: Anchor Books.
Devall, B., & Sessions, G. (1985). Deep Ecology: Living as if Nature Mattered. Salt Lake City: Gibbs Smith.
Fitriati Husna, & Muhammad Sarjan. (2024). Peran manusia sebagai khalifah dalam menjaga lingkungan hidup melalui etika lingkungan serta korelasinya dengan Surat Al-A’raf Ayat 56. Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, 4(3), 342–358.
Food and Agriculture Organization. (2024). Status of the world’s forests 2024: Forest education and awareness. FAO.
Hardin, G. (1968). The tragedy of the commons. Science, 162(3859), 1243–1248.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Kementerian Kehutanan. (2025). Siaran pers: Hutan dan deforestasi Indonesia tahun 2024. Jakarta.
Kementerian Kehutanan RI. Forestix Statistik Kehutanan Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Operational Plan. Jakarta: KLHK.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Peta lahan terdegradasi Indonesia: Status dan strategi rehabilitasi. KLHK.
Kementerian PPN/Bappenas. (2021). Roadmap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia 2020–2024. Jakarta: Bappenas.
Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.
KLHK. (2023). Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Manurung, A. S., & Burhanuddin, N. (2024). Penerapan prinsip etika lingkungan pada kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisipline, 2(1), 45–62.
Nasional, K. P. P., & Nasional, B. P. P. (2023). Laporan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan pembangunan berkelanjutan/sustainable development goals (TPB/SDGs) Tahun 2023. Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta.
Naess, A. (1973). The shallow and the deep, long-range ecology movement. Inquiry, 16(1), 95–100.
Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pratama, A. S., & Muhammad Sarjan. (2024). Perspektif filsafat terhadap etika manusia dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan untuk kehidupan berkelanjutan. Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, 4(3), 289–308.
Qurrotul’ain, D., & Soleh, A. K. (2024). Krisis lingkungan (Human-ekologi) dalam pandangan filsafat Mulla Shadra. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(6), 250–258.
Saimah, W., & Muhammad Sarjan. (2024). Keseimbangan antara penggunaan dan pelestarian tanah: Degradasi lahan di Desa Sekaroh Kecamatan Jrowaru, Lombok Timur. Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, 4(3), 378–395.
Sarah, S., & Hambali, R. Y. A. (2023). Ekofilosofi “deep ecology” pandangan ekosentrisme terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 167–184.
Sessions, G. (1998). Deep ecology for the 21st century. Shambhala.
Speth, J. G. (2008). The bridge at the edge of the world: Capitalism, the environment, and crossing from crisis to sustainability. Yale University Press.
Sukwika, T. (2024). Etika lingkungan: Konsep, prinsip, dan implementasi. ResearchGate.
Susilo, R. K. D. (2008). Sosiologi Lingkungan. Jakarta: Rajawali Pers.
Tampubolon, Y. H., & Purba, D. F. (2022). Kapitalisme global sebagai akar kerusakan lingkungan: Kritik terhadap etika lingkungan. Jurnal Agama dan Masyarakat, 8(2), 201–221.
Taylor, P. W. (1986). Respect for Nature: A Theory of Environmental Ethics. Princeton: Princeton University Press.
Wulandari, D., & Astiko, W. (2025). Pengelolaan Lahan Berkelanjutan dan Biodiversitas Tanah pada Sistem Pertanian Intensif di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 15(1), 45–58.
Wulandari, F. T., & Astiko, W. (2025). Kajian degradasi lahan dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Journal of Authentic Research, 4(Special Issue), 45–78.
Yuliana, I. G. A. A., Retnowati, A., & Gunawan, I. B. (2023). Degradasi padang sabana dan ketahanan pangan di Sumba Timur. Jurnal Sosial Ekologi, 6(1), 74–88.
Zornoza, R., Acosta, J. A., Barba-Brioso, C., Faz, Á., & Carmona, D. M. (2015). Soil degradation and sustainable management in Mediterranean environments. Sustainability, 7(4), 3810–3837.
Zulkarnain, F., Lestari, D., & Mahyuddin, E. (2024). Agroforestri aren dan kopi dalam meningkatkan fungsi ekosistem lahan upland. Jurnal Agroforestri Indonesia, 3(1), 17–30.




