Kontribusi Implementasi Asesmen Diagnostik dan Formatif terhadap Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Hikmah
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i2.1886Keywords:
Early Childhood Education, Diagnostic Assessment, Formative Assessment, Learning Quality, Early Childhood Learning, Learning Assessment, Early Childhood DevelopmentAbstract
This study aims to determine the contribution of diagnostic assessment and formative assessment to the quality of early childhood learning. Based on the conditions at TK Al-Hikmah, diagnostic and formative assessments have not been implemented consistently and systematically in the learning process. Previous studies have mostly discussed the two types of assessment separately, so there is still limited research examining their simultaneous contribution to the quality of early childhood learning. This study employed an ex post facto approach with a quantitative method and correlational technique. The research subjects were early childhood learners, while the data collection technique was carried out using questionnaires. Data analysis used descriptive and inferential statistics through multiple linear regression. The results showed that diagnostic assessment and formative assessment simultaneously contributed significantly to the quality of early childhood learning. This indicates that the integrated implementation of both types of assessment can support the improvement of learning quality more optimally. In addition, partially, diagnostic assessment made a significant contribution to the quality of early childhood learning, meaning that the better the implementation of diagnostic assessment, the higher the quality of learning. Formative assessment also made a significant contribution to the quality of early childhood learning, indicating that the proper implementation of formative assessment can support a more effective learning process. Thus, it can be concluded that diagnostic assessment and formative assessment play an important role in improving the quality of early childhood learning, both simultaneously and partially. Therefore, educators are encouraged to improve their competence in designing and implementing diagnostic and formative assessments through training and professional development to support the improvement of the quality of early childhood learning.
References
Arifin, Z. (2021). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2021). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Berliana, D., & Atikah, C. (2024). Implementasi asesmen dalam Kurikulum Merdeka di pendidikan anak usia dini. Jurnal Citra Pendidikan.
Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education, 5(1), 7–74.
Dianti, K., Ulfah, M., & Salam, A. (2023). Analisis asesmen diagnostik, formatif dan sumatif serta implikasinya terhadap efektivitas sistem evaluasi pendidikan. Jurnal Pendidikan.
Fadlillah, M. (2021). Pembelajaran PAUD. Jakarta: Prenadamedia Group.
Firmanzah, A., dkk. (2023). Pengaruh asesmen diagnostik dan formatif terhadap kualitas pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Hasmawati, & Muktamar. (2023). Kontribusi asesmen diagnostik terhadap kualitas pembelajaran pada pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Hidayah, N., & Yuliawati. (2021). Implementasi asesmen pembelajaran pada pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak.
Hidayati. (2021). Penerapan asesmen diagnostik dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar.
Kurniawan, R., & Prasetyo, A. (2023). Peran asesmen formatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia.
Magdalena, I., dkk. (2023). Pentingnya asesmen dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Edukasi Anak.
Mulyasa. (2022). Kurikulum Merdeka dan Implementasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution. (2022). Asesmen diagnostik sebagai dasar pembelajaran adaptif. Jurnal Pendidikan Modern.
Nurhayati. (2022). Hambatan guru dalam penerapan asesmen diagnostik di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak.
Pratiwi. (2022). Implementasi asesmen formatif dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Evaluasi Pendidikan.
Rahmawati, & Huda. (2023). Pengaruh asesmen diagnostik terhadap efektivitas pembelajaran peserta didik. Jurnal Pendidikan Dasar.
Ramadhani. (2023). Asesmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Evaluasi Pendidikan.
Sari, & Oktavia. (2021). Kendala guru dalam penerapan asesmen formatif di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Saputra, R., dkk. (2023). Peran asesmen formatif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Sudjana, N. (2019). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sujiono, Y. N. (2020). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Susanti, & Lestari. (2022). Integrasi asesmen diagnostik dan formatif dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak.
Wahyuni, & Azizah. (2022). Penerapan asesmen diagnostik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia.
Wibowo. (2022). Efektivitas asesmen diagnostik dalam pembelajaran peserta didik. Jurnal Evaluasi Pendidikan.




