Analisis Paparan Penduduk terhadap Bahaya Longsor dan Jalur Evakuasi Bencana di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i1.1722Keywords:
Population Exposure, Network Analysis, Evacuation Routes, Landslides, Spatial AnalysisAbstract
Karangpandan District is one of the districts in Karanganyar Regency that experiences a high incidence of landslides, this is influenced by its location in the transition zone between the lowlands and the foothills of Mount Lawu, causing Karangpandan District to have a varied topography. This study aims to analyze the level of exposure of residents in Karangpandan District to landslide hazard zones according to Karanganyar Regent Regulation Number 83 of 2022 and determine landslide disaster evacuation routes in Karangpandan District as part of disaster mitigation. This study was conducted using a spatial approach, using scoring analysis for the level of population exposure and network analysis to determine evacuation routes with starting points from locations with a history of landslides to evacuation sites. Determination of evacuation sites is based on capacity, accessibility, level of population exposure, availability of toilets, and open spaces. The results show that the level of population exposure in Karangpandan District is dominated by the high class, with 16 evacuation routes with a travel time of <10 minutes. Therefore, routes that pass through areas with high levels of population exposure and have shorter travel times can be prioritized as the main evacuation route.
References
Ajie, W., & Priyana, Y. (2023). Mitigasi Bencana Longsor Lahan Di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri. https://eprints.ums.ac.id/id/eprint/107058/2
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (2008). Pedoman Tata Cara Pemberian Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar. 34. BNPB: Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Laporan Kinerja Tahun 2022. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta.
Dirgantara, I., & Zalmita, N. (2022). Pemetaan Jalur Evakuasi Bencana Banjir di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil menggunakan metode Network Analyst. Jurnal Pendidikan Geosfer, 7(2), 256-266.
Fathoni, B., Saputra, E., & Gofar, N. (2024). Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Longsor dan Kesesuaian Mitigasi. Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil, 13(1), 13-22.
Januarti, Y., & Ramadoni, D. S. (2022). Analisis Pendekatan Empiris Terhadap Percepatan Tanah Maksimum di Provinsi Papua Barat Menggunakan Metode Esteva, Donovan dan M.V. Mickey. Seminar Nasional Fisika, 50–56.
Kabupaten Karanganyar. (2022). Peraturan Bupati Nomor 83 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Kabupaten Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Karanganyar.
Kamila, F., & Ekasari, A. M. (2022). Penetapan Jalur Evakuasi berdasarkan Multi-Risiko Bencana di Kecamatan Lembang. Urban & Regional Planning, 2, 408–416
Menteri Pekerjaan Umum. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Menteri Pekerjaan Umum. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Pemerintah Indonesia. Jakarta.
Shofiyani, N., Pradana, B. (2022). Analisis Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Tanah Longsor Kecamatan Lebakbarang. Jurnal Wilayah dan Kota, 11(01).
Tahir, H. (2019). Analisis Potensi Bahaya Tanah Longsor dan Upaya Mitigasi Bencananya di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Sains Dan Teknologi, 23.
Tayyab, M., Zhang, J., Hussain, M., Ullah, S., Liu, X., Khan, S. N., Baig, M. A., Hassan, W., & Al Shaibah, B. (2021). Gis-based Urban Flood Resilience Assessment Using Urban Flood Resilience Model: A Case Study of Peshawar City, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Remote Sensing, 13(10). https://doi.org/10.3390/rs13101864
Wardhani, D. P. (2021). Penentuan Jalur Alternatif Menghindari Daerah Rawan Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat).




