Toponimi Nama Tempat Wisata Di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, NTB: Kajian Linguistik Antropologi
Keywords:
Toponimi, Objek wisata, Sembalun, Linguistik antropologis.Abstract
Penelitian ini bertujuan mengungkap asal-usul dan makna penamaan tempat wisata di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, serta menganalisis aspek budaya, sosial, dan fisik yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan teori linguistik antropologis (Mahsun) dan toponimi, diperkaya dengan perspektif Sapir-Whorf mengenai hubungan antara bahasa dan persepsi manusia. Data penelitian diperoleh dari sumber lisan berupa informasi masyarakat lokal (tokoh adat, sesepuh, aparat desa, dan pengelola wisata), serta sumber tertulis berupa dokumen desa, arsip, peta wilayah, dan literatur sejarah lokal. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik simak, sadap, dan rekam. Analisis data dilakukan dengan metode padan intralingual menggunakan teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan hubung banding membedakan (HBB), kemudian dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 nama objek wisata di Kecamatan Sembalun terdapat variasi aspek toponimi yang mencerminkan budaya, masyarakat, dan manifestasi lingkungan. Dari jumlah tersebut, 8 nama objek wisata memuat aspek budaya, 9 nama objek wisata memuat aspek sosial, dan 18 nama objek wisata merupakan bentuk manifestasi lingkungan.
References
Alifah, A., Rosidin, O., & Solihat, I. (2025). Kajian toponimi penamaan desa di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jurnal Onomastik Indonesia, 5(2), 101–112.
Agussalim, A. (2024). Hipotesis Sapir-Whorf dan perspektif moderat dalam relativitas linguistik. Jurnal Sarjana Ilmu Budaya, 9(2), 150–165.
Aprilia, A. (2024). Toponimi nama desa di wilayah Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Bahasa dan Budaya, 6(1), 55–68.
Augustina, R., Rosiana, R., Rosida, R., Rosalinda, R., & Ramadhan, R. J. (2022). Mengungkap makna historis toponimi Desa Keruak dalam berbagai aspek melalui kajian antropolinguistik. Bastrindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 123–135.
Bima, R., Anggraini, S., & Mustakim, M. (2025). Toponymy of village names in Lingga District, Lingga Regency. Journal of Southeast Asian Studies, 13(1), 33–48.
Cacciafoco, F. P., Adzman, N. B., & Shari, N. S. B. (2020). Mythical place names: Naming process and oral tradition in Indonesian toponymy. Review of Historical Geography and Toponomastics, 15(1), 9–20.
Hasanah, S., & Saharuddin, R. Y. A. (2024). Toponim nama-nama dusun di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (kajian antropolinguistik). Bastrindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 1–20.
Hermawan, N. (2024). Proses morfologi dan konstruksi makna leksikon budaya: Perspektif relativitas linguistik. Kolita: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya, 11(1), 45–60.
Mahsun. (2019). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Rajawali Pers.
Mahsun. (2024). Linguistik antropologi. PT RajaGrafindo Persada.
Mardiarti, D., Susanti, N., & Fadli, M. (2022). Toponimi nama dusun di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Sastra Daerah, 4(1), 40–50.
Muhammad, T. (2021). Toponimi desa-desa di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 87–95.
Natsir, M. (2021). The toponymy of Central Buton: Linguistic anthropology study. VOPON: Jurnal Ilmu Sastra, 3(3), 123–134.
Nicholaus, R., & Suryanto, T. (2025). Toponimi nama desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur: Kajian antropolinguistik. Jurnal Ilmu Budaya, 12(1), 77–89.
Saerudin, S., Nurjannah, N., & Lestari, D. (2025). Toponimi nama jalan di Kelurahan Lalolara Kota Kendari. Jurnal Linguistik dan Antropologi, 7(1), 56–70.
Wa Ode, H., Djamaluddin, D., & La Ode, A. (2022). Toponimi penamaan jalan di Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna. Jurnal Antropolinguistik Nusantara, 4(2), 44–59.
Yani, S., Septiani, I., & Hakim, R. (2020). Toponimi desa-desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Jurnal Onomastik dan Bahasa, 2(1), 15–26.




