Pendekatan Holistik dalam Pengelolaan Dewatering : Integrasi Perhitungan Curah Hujan Ekstrem dan Evaluasi Performa Pompa di Pit Girimulya
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i1.1526Keywords:
Dewatering,curah hujan ekstrem,optimalisasi pompaAbstract
Dewatering merupakan proses penting dalam operasi tambang terbuka untuk mengendalikan air yang masuk ke area penambangan, menggunakan dasar dari curah hujan maksimum yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada tambang batubara terbuka di wilayah tropis dengan tingkat curah hujan yang tinggi yaitu PT. Borneo Indobara Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Data curah hujan maksimum diperoleh dari stasiun meteorologi lokal (BMKG) selama periode 10 tahun atau sesuai umur tambang (keputusan Menteri no 1827 tahun 2018) , berdasarkan laporan operasional tambang yaitu 850.30 mm dibulan Juni. Metodologi penelitian mencakup analisis data curah hujan historis untuk mengidentifikasi pola curah hujan ekstrem menggunakan metode statistika seperti distribusi Gumbel dan analisis frekuensi. Selain itu, dilakukan pemodelan hidrologi untuk memperkirakan aliran air yang masuk ke area pit selama kejadian hujan ekstrem. Evaluasi performa pompa dewatering dilakukan melalui simulasi berbasis data lapangan dan uji kinerja pompa di kondisi operasional nyata. Untuk lokasi pengambilan data penelitian ada di pit Girimulya dimana terdapat beberapa sump dengan pompa yang di pakai dengan merk Multiflo 420 dan sekelasnya, debit yang keluar sebesar 350 - 500 m3/jam, hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan maksimum memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas metode dewatering yang digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dengan pendekatan ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi volume air yang masuk selama periode hujan ekstrem, mengurangi waktu non-produktif, dan meningkatkan keselamatan operasi. Rekomendasi praktis untuk diterapkan di lapangan termasuk peningkatan kapasitas pompa dan optimalisasi jadwal operasional
References
Asdak, C. (2018). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Edisi Revisi). Gadjah Mada University Press.
Aziz, N. I., & Rahman, M. M. (2020). Mine Dewatering: Principles and Practice. Australian Centre for Geomechanics.
Binnie, C. D., & Kimber, M. (2011). Practical Hydraulics and Water Resources Engineering. CRC Press.
Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill.
Gunawan, R. (2022). Overview metode perencanaan pengelolaan lahan bekas penambangan. Jurnal Rekayasa Tambang Berkelanjutan, 10(1), 1–10.
Gunawan, R. (2023). Model penataan lahan komoditas sirtu di area rawan bencana (Studi kasus: Tambang di aliran Sungai Apu Hulu Gunung Merapi). Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Pertambangan (SENTRA 2023), 1(1), 212–220.
Gunawan, R., Ernawati, R., & Cahyadi, T. A. (2021). Planning for normalization of the Apu River in the post-mining area. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 17(3), 145–154.
Gunawan, R., Jalil, A., & Prianata, Y. L. O. (2024). Perencanaan normalisasi sungai untuk penanggulangan banjir di daerah pertambangan. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 9(2), 85–94.
Harto, S. (1993). Analisis Hidrologi. Penerbit UGM.
Moffat, R. J., & Walmsley, D. (2015). Pump System Optimization: Improving Efficiency and Reliability. CRC Press.
Soewarno. (2014). Hidrologi: Aplikasi Metode Statistik untuk Analisis Data Hidrologi. Bandung: Nova.
Subramanya, K. (2013). Engineering Hydrology (4th ed.). McGraw-Hill Education.
Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: ANDI.
Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset.
Wulandari, M. N., Gunawan, R., Sulaimansyah, S., & Bunaya, B. (2022). Pengaruh proses amalgamasi terhadap baku mutu air sungai di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Geoteknologi dan Lingkungan Tambang, 4(1), 33–42.
Zulkarnain, H., Prianata, Y. L. O., Gunawan, R., Husain, L. O. M., & Widiarta, A. B. (2020). Desain settling pond pada sistem tambang terbuka di penambangan nikel. Jurnal Rekayasa Pertambangan dan Lingkungan, 8(2), 101–110.




