Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Kesetimbangan Batas di Tebing Sungai Klawing, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah

Authors

  • Hiskia Ulinuha Annisa Universitas Jenderal Soedirman
  • Yogi Adi Prasetya University of Jenderal Soedirman
  • Indra Permana Jati University of Jenderal Soedirman
  • Hanifah Hamna Lidia University of Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1469

Keywords:

Klawing River, Landslide, Limit Equilibrium Method, Morgenstern - Price Method.

Abstract

The Alluvium Formation on the hillside around the Klawing River, Kaligondang District, Purbalingga Regency, Central Java, experiences simultaneous landslides. This study examines the influence of lithology and erosion, which erodes the riverbanks, on the occurrence of landslides in the area. Field observations were conducted by determining the landslide position, identifying soil types, measuring slope geometry, determining slope layers, and collecting soil samples from each layer for further analysis. The Klawing River is highly prone to landslides due to its lithology, which is easily weathered and eroded, particularly in claystone and sandstone formations. Additionally, lateral erosion by the Klawing River erodes the slope foot, reducing the base support and increasing the potential for landslides. This research aims to analyze the slope safety factor in landslide-prone areas. The study focuses on the cliffs of the Klawing River, which are divided into three sections: upper, middle, and lower. Soil samples were collected and tested in the laboratory to determine parameters such as specific gravity, internal shear angle, and cohesion. Slope stability analysis was carried out using the Limit Equilibrium method (Morgenstern–Price) with the aid of Geostudio (Slope/W) software. The analysis results indicate the slope safety factor (SF) of the Klawing River, showing that the slope is in an unstable condition and highly susceptible to landslides.

References

Aisah, E., & Dhiniati, F. (2023). Kapasitas daya dukung pondasi dangkal dengan teori Terzaghi dan Mayerhof. Institut Teknologi Pagar Alam.

Apriyono, A., & Sumiyanto. (2015). Buku panduan praktikum mekanika tanah. Universitas Jenderal Soedirman.

Bachri, S. (2014). Pengaruh tektonik regional terhadap pola struktur dan tektonik Pulau Jawa. Admin Jurnal, Bandung.

Van Bemmelen, R. W. (1949). The geology of Indonesia (Vol. 1A, 1st ed.). Government Printing Office.

Bowles, J. E., & Helnim, J. K. (1991). Sifat fisis tanah dan geoteknik tanah (mekanika tanah). Jakarta: PT Erlangga.

Brahmantyo, B., & Bandono. (2006). Klasifikasi bentuk muka bumi (landform) untuk pemetaan geomorfologi pada skala 1:25.000 dan aplikasinya untuk penataan ruang. Geoaplika, (2), 71–78.

Bria, K., & Isjudarto, A. (2015). Analisis kestabilan lereng pada tambang batubara terbuka Pit D Selatan PT Artha Niaga Cakrabuana Job Site CV Prima Mandiri Desa Dondang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. ReTII.

Das, B. M. (2011). Principles of foundation engineering (7th ed.).

Das, B. M., Noor, E., et al. (1998). Mekanika tanah (Prinsip-prinsip rekayasa geoteknis). Surabaya.

Djauhari, N. (2020). Geologi dan mineralisasi sulfida daerah Duminanga dan sekitarnya, Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Universitas Pakuan.

Eddey, S. M. (2017). Menghitung daya dukung tanah.

Febriadi, A., & Anaperta, Y. M. (2020). Analisis kestabilan lereng pada blok timur tambang Muara Tiga Besar Utara PT Bukit Asam Tbk, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Bina Tambang, 5(4), 11–20.

Hardiyatmo, H. C. (2012). Mekanika tanah 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Isha, J. (2013). Pemetaan geologi teknik. Retrieved from https://id.scribd.com

Khodijah, S., Monica, U. S., Ersyari, J., Khoirullah, N., & Sophian, R. I. (2022). Analisis kestabilan lereng menggunakan metode kesetimbangan batas dalam kondisi statis dan dinamis pada Pit X, Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Padjadjaran Geoscience Journal, 6(4).

Lestari, R. T. (2022). Analisis kestabilan timbunan dengan metode limit equilibrium dan perbaikannya. Universitas Pancasila.

Perdana, A. Y. (2021). Geologi dan analisis kestabilan lereng berdasarkan metode Morgenstern-Price pada daerah Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan (Doctoral dissertation, Universitas Jenderal Soedirman).

Ramadhanti, R. (2022). Perencanaan perkuatan lereng menggunakan dinding penahan tanah (DPT) pada ruas jalan Borobudur–Bigaran Kabupaten Magelang. Universitas Tidar.

Terzaghi, K., & Peck, R. B. (1993). Mekanika tanah dalam praktek rekayasa (Vol. 2). Jakarta: Erlangga.

Ulfiana, L. Y. (2018). Analisis karakteristik parameter hidrologi akibat alih fungsi lahan di Sub-Daerah Aliran Sungai Klawing. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Widagdo, A., & Setijadi, R. (2012). Geomorfologi Sungai Klawing daerah Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Universitas Jenderal Soedirman.

Yunasirson, N. F. (2014). Klasifikasi tanah dengan sistem unified. Retrieved from https://belajarsipil.com

Zaenurrohman, J. A., Permanajati, I., Faozi, M. U., & Nuraga, P. B. (2023). Kerentanan gerakan tanah menggunakan analisis data spasial di daerah Karang Jambu Purbalingga. GEOGRAPHY: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 11(1), 158–171.

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

Annisa, H. U., Yogi Adi Prasetya, Indra Permana Jati, & Hanifah Hamna Lidia. (2025). Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Kesetimbangan Batas di Tebing Sungai Klawing, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2360–2371. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1469

Issue

Section

Articles