Pengembangan Bahan Ajar Keanekaragaman Hayati Berbasis Lingkungan Pantai Dengan Pendekatan Ilmiah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah

Authors

  • Usman Usman Institut Pendidikan Nusantara Global
  • Asrorul Azizi Institut Pendidikan Nusantara Global
  • Muh. Zaini Hasanul Muttaqin Institut Pendidikan Nusantara Global

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1468

Keywords:

Bahan Ajar, pendekatan ilmiah, berbasis lingkungan pantai, hasil belajar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengembangkan Bahan ajar biologi pada materi keanekaragaman hayati berupa, handout, LKS dan penilaian; 2) Mengujicobakan perangakat pembelajaran berbasis lingkungan pantai, handout keanekaragaman hayati berbasis lingkungan pantai, LKS berbasis lingkungan pantai pada proses pembelajaran yang dibatasi keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, and Semmel (1974), terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembanngan (Develop), dan penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop dengan melakukan uji coba produk perangkat pembelajaran pada sekolah uji coba. Hasil validasi handout menunjukkan bahwa handout memiliki kualifikasi sangat layak sehingga tidak perlu direvisi. Hasil validassi LKS menunjukkan bahwa LKS memiliki kualifikasi layak seingga tidak perlu direvisi. Quantitative developmental testing dilakukan pada kelas X Madrasah Aliyah untuk mengetahui keefektifan bahan ajar keanekaragaman hayati yang telah dikembangkan dengan pendekatan ilmiah berbasis lingkungan pantai dengan menggunakan gain score. Nilai gain score pada materi keanekaragaman hayati sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati juga mengalami penigkatan sebesar 40,86 dari rentang nilai 100, keterampilan pengamatan mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 79,80 dari rentang nilai 100, keterampilan komunikasi mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 87,10 dari rentang nilai 100, keterampilan proyek mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 84,34 dari rentang nilai 100, dan sikap ilmiah juga mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 83,60 dari rentang nilai 100

References

Arikunto, S. (2016). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Aryanti, H. D. (2023). Pengembangan LKPD Keanekaragaman Hayati Berbasis Discovery Learning di Desa Giriklopomulyo Sebagai Bahan Ajar Siswa Kelas X SMAN 2 Sekampung (Doctoral dissertation, IAIN Metro).

Fitriani, D., & Rahayu, S. (2018). Pengembangan Modul Keanekaragaman Hayati Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 4(3), 245–252.

Hernawan, A. H., Permasih, H., & Dewi, L. (2012). Pengembangan bahan ajar. Direktorat UPI, Bandung, 4(11), 1-13.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Janna, N. (2020). Pengembangan E-modul Keanekaragaman Tumbuhan Mangrove Di Kecamatan Sungai Apit Sebagai Bahan Pengayaan Materi Keanekaragaman Hayati dan Upaya Pelestariannya Untukkelas X SMA (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Kemendikbud. (2017). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kosasih, E. (2021). Pengembangan bahan ajar. Bumi Aksara.

Nurhidayah, S., et al. (2020). Pemanfaatan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati di SMA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 8(1), 33–41.

Rahmawati, N., & Hidayati, N. (2019). Pembelajaran Keanekaragaman Hayati Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Observasi Siswa. BioEdu: Jurnal Pendidikan Biologi, 8(2), 120–128.

Rochman, F., & Suryanti, E. (2021). Pengembangan LKS Berbasis Lingkungan Pantai untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Keanekaragaman Hayati. Jurnal Bioedukatika, 9(2), 152–160.

Rokhmawati, A. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPs UM.

Sari, W., & Hadi, S. (2019). Efektivitas Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Keanekaragaman Hayati. Jurnal BioEdu, 7(1), 85–93.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Thiagarajan, Sivasailam, Semmel, Dorothy S., & Semmel, Melvyn B. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Exeptional Children: A Sourcebook. Indiana: Indiana University Bioomington.

Trianto. (2015). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

Usman, U., & Azizi, A. (2024). Kualitas Perairan Pesisir Pantai Gili Trawangan Berdasarkan Fisika Kimia Perairan, Indeks Keanekaragaman Dan Spesies Indikator (Filum Mollusca) Sebagai Modul Ekologi Hewan. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 5(2), 240-249.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Usman, U., Azizi, A., & Hasanul Muttaqin, M. Z. (2025). Pengembangan Bahan Ajar Keanekaragaman Hayati Berbasis Lingkungan Pantai Dengan Pendekatan Ilmiah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2298–2303. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1468

Issue

Section

Articles