Perbandingan Nilai Percepatan Tanah Menggunakan Persamaan Empiris di Daerah Sumatera Bagian Selatan
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1439Keywords:
percepatan tanah maksimum, metode empiris, deterministik, Mc.Guire, Sumatra bagian Selatan, Pusgen 2017Abstract
Pulau Sumatra merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi karena terletak pada zona pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi ini menyebabkan perlunya kajian mengenai percepatan tanah maksimum sebagai dasar dalam analisis bahaya seismik dan perencanaan mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration) yang diperoleh dari beberapa persamaan empiris dengan hasil perhitungan metode deterministik (Deterministic Seismic Hazard Analysis) berdasarkan Peta Gempa Nasional Pusgen 2017. Lima persamaan empiris digunakan, yaitu Mc.Guire (1963), Sadigh (1997), Campbell (1983), Fukushima & Tanaka (1990), dan Donovan (1973), dengan parameter gempa acuan di Provinsi Bengkulu tahun 1943 bermagnitudo 7,3 Mw dan kedalaman 15 km. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa sebaran nilai selisih antara hasil empiris dan deterministik berada pada rentang –0,7 hingga 0,5 g, dengan frekuensi tertinggi pada interval –0,3 hingga 0,1 g. Secara umum, seluruh persamaan empiris cenderung menghasilkan nilai underestimate dibandingkan Pusgen (2017), namun persamaan Mc.Guire menunjukkan hasil yang paling mendekati nilai deterministik. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian model Mc.Guire terhadap kondisi geotektonik Sumatra bagian Selatan yang didominasi sesar aktif dan sumber gempa dangkal. Dengan demikian, persamaan Mc.Guire dapat dianggap sebagai model empiris yang representatif untuk memperkirakan nilai PGA di wilayah Sumatra bagian Selatan dan dapat digunakan sebagai acuan awal dalam kajian bahaya seismik regional di Sumatera.
References
Campbell, K. W. (1981). Near-source attenuation of peak horizontal acceleration. Bulletin of the Seismological Society of America,, 71(6), 2039-2070.
Donovan, N. C. (1973). A statistical evaluation of strong motion data including the February 9, 1971 San Fernando earthquake. In Proceedings of the Fifth World Conference on Earthquake Engineering , Vol. 1, pp. 1252–1261.
Fujii, Y. S. (2020). Slip distribution of the 2005 Nias earthquake (M w 8.6) inferred from geodetic and far-field tsunami data. Geophysical Journal International, 223(2), 1162-1171.
Fukushima, Y. &. (1990). A new attenuation relation for peak horizontal acceleration of strong earthquake ground motion in Japan. Bulletin of the seismological Society of America, 80(4), 757-783.
Hartanto. (2020). Perbandingan perhitungan percepatan tanah antara metode empiris dengan hasil yang terbaca pada accelerograph untuk daerah Jayapura dan sekitarnya. Prosiding Seminar Nasional Fisika PPs UNM, 2, 84–87.
Hutchings, S. J. (2021). The Seismicity of Indonesia and Tectonic Implications. Geochemistry, Geophysics, Geosystems, Vol. 22, Issue 9, pp. 1-42.
Mase, L. Z. (2018). Seismic response analysis along the coastal area of Bengkulu during the september 2007 earthquake. . Makara Journal of Technology, 22(1), 6.
Mc. Guire, J. F. (1963). Estimation of Ground Motion in Earthquakes. Bulletin of the Seismological Society of America, 53(2), 283-298. .
Meltzner, A. J. (2006). Uplift and subsidence associated with the great Aceh‐Andaman earthquake of 2004. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 111(B2).
Puri, N. &. (2016). Deterministic seismic hazard analysis for the state of Haryana, India. Indian Geotechnical Journal, 46(2), 164-174.
Sadigh K, C. C. (1997 ). Attenuation relationships for shallow crustal earthquake based on California strong motion. Data Seismological Research Letters Seismological Society of America , vol 68 pp 180-189.
Santoso, E. W. ( 2011). Studi Hazard Seismik dan Hubungannya dengan Intensitas Seismik di Pulau Sumatera dan Sekitarnya. Jurnal Meteorologi dan Geofisika , 12(2): 129 – 136. .
Satake, K. N. (2013). Tsunami source of the 2010 Mentawai, Indonesia earthquake inferred from tsunami field survey and waveform modeling. Pure and Applied Geophysics,, 170(9), 1567-1582.
Spence W, S. S. (1989). Measuring the size of an earthquake. Earthq Inf Bull , 21:58–63.
Taruna, R. M. (2020). Penentuan Rumus Percepatan Tanah Akibat Gempabumi Di Kota Mataram Menggunakan Metode Euclidean Distance. JST (Jurnal Sains Dan Teknologi), 9(1), 20-29.




