Identifikasi Tingkat Bahaya Tsunami Daerah Manna Dan Sekitarnya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu

Authors

  • Faiz Hady Annafin Universitas Sriwijaya
  • Harnani Harnani Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1417

Keywords:

Tsunami, Hloss, Cost Distance, Indeks Bahaya, Bengkulu Selatan

Abstract

Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Bengkulu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan berdekatan dengan zona subduksi Indo-Australia–Eurasia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat bahaya tsunami di Kecamatan Manna dan sekitarnya menggunakan metode Hloss. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan data Digital Elevation Model (DEM) untuk memperoleh nilai kemiringan lereng, data penggunaan lahan untuk menentukan koefisien kekasaran permukaan, serta data ketinggian maksimum gelombang tsunami. Nilai Hloss dihitung untuk mengetahui kehilangan ketinggian tsunami per meter jarak genangan, yang kemudian digunakan dalam pemodelan Cost Distance guna menentukan jangkauan genangan. Hasil pemodelan dimasukkan ke dalam indeks bahaya tsunami menggunakan logika fuzzy dan diklasifikasikan menjadi tiga kelas bahaya yaitu rendah (≤0,333), sedang (0,334–0,666), dan tinggi (>0,666). Luas masing-masing kelas bahaya adalah 0,36 km² (15%) untuk bahaya rendah, 0,41 km² (17%) untuk bahaya sedang, dan 1,61 km² (68%) untuk bahaya tinggi. Zona bahaya tinggi mendominasi wilayah pesisir Kecamatan Kota Manna, Pasar Manna, dan Bungamas, terutama di dataran rendah dan sekitar muara sungai. Zona bahaya sedang berada di area transisi antara pesisir dan dataran lebih tinggi, sedangkan zona bahaya rendah terdapat di bagian timur wilayah penelitian yang memiliki topografi lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Selatan berpotensi tinggi terhadap bencana tsunami.

References

Akbar, F. S., Vira, B. A., Doni, L. R., Putra, H. E., & Efriyanti, A. (2020). Aplikasi Metode Weighted Overlay untuk Pemetaan Zona Keterpaparan Permukiman Akibat Tsunami (Studi Kasus: Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah). Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 1(1), 43–51. https://doi.org/10.23960/jgrs.2020.v1i1.17

Amin, T. C., Kusnama, Rustandi, E., & Gafoer, S. (1993). Peta Geologi Lembar Manna dan Enggano, Sumatera [Peta]. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Berryman, K. (2005). Review of tsunami hazard and risk in New Zealand. Institute of Geological & Nuclear Sciences.

BMKG. (2025). Katalog Gempa Bumi Merusak Tahun 1821–2024.

BNPB. (2018). Modul Teknis Penyusunan Kajian Risiko Bencana Tsunami. Direktorat Pengurangan Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Fachri, H. T., Yakub Malik, & Hendro Murtianto. (2022). Pemetaan Tingkat Bahaya Bencana Tsunami Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Pesisir Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 10(2), 166–178. https://doi.org/10.23887/jjpg.v10i2.43541

Kultsum, U., Muhari, A., & Fuad, M. (2016). Pemetaan Daerah Kerentanan Tsunami di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografis. B. Nababan, SM Natsir, L. Lukijanto, V. Djanat P., & S. Susilohadi (Eds.), Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan XIII ISOI, 833–839.

Putro, B. L., Ir. Aida Sartimbul, & Andik Isdianto. (2021). Pemetaan Kerentanan Daerah Pesisir Terhadap Bencana Tsunami Di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) [Sarjana, Universitas Brawijaya]. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/188650/

Saputri, M. A. P. (2020). Pengaruh Karakteristik Pantai Terhadap Risiko Tsunami di Pesisir Kota Bengkulu.

Sigit, B. (2013). Optimalisasi Potensi Lokal Desa Rawan Bahaya Tsunami dalam Rangka Mitigasi Menuju Terwujudnya Desa Siaga Bencana Mandiri di Pesisir Provinsi Bengkulu(*).

Sihombing, L. (2018). Prediksi Daerah Genangan Dan Tingkat Kerentanan Akibat Gelombang Tsunami Di Pesisir Jember.

Van Zuidam, R. (1983). Guide to Geomorphologic aerial photographic interpretation and mapping. International Institute for Geo-Information Science and Earth Observation, Enschede, The Netherlands, 325.

Widyawati, A., Handoyo, G., & Satriadi, A. (2013). Kajian Kerentanan Bencana Tsunami Di Pesisir Kabupaten Kulon Progo Provinsi D. I. Yogyakarta. Journal of Marine Research, 2(2), 103–110.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Annafin , F. H., & Harnani, H. (2025). Identifikasi Tingkat Bahaya Tsunami Daerah Manna Dan Sekitarnya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2313–2319. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1417

Issue

Section

Articles