Analisis Geomorfik Dalam Menentukan Aktivitas Tektonik Daerah Ciniru Dan Sekitarnya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Authors

  • Sesaria Rahmadini Program Studi Teknik Geologi Universitas Sriwijaya
  • Edy Sutriyono Universitas Sriwijaya
  • Mochammad Malik Ibrahim Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1405

Keywords:

Geomorfologi Tektonik, Morfometri DAS, Indeks Aktivitas Tektonik, Deformasi Asimetris, Drainase Sungai

Abstract

Geomorfologi tektonik merupakan faktor utama yang menentukan pembentukan bentuk lahan di wilayah dengan aktivitas tektonik sedang, seperti di Ciniru dan sekitarnya, Kabupaten Kuningan, adalah geomorfologi tektonik. Pengaruh ini tampak dari bagaimana struktur tektonik memengaruhi pola sungai serta lanskap pegunungan di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan hipotesis, dimulai dari analisis umum kemudian mempersempit ke kajian yang lebih spesifik dan terfokus. Data dikumpulkan melalui analisis morfometri yang meliputi parameter seperti Valley Floor Width to valley height ratio (Vf), Mountain front sinuosity (Smf), Hypsometric Curve and Hypsometric Integral (HI), Drainage Density (Dd), Assymetry Factor (AF) serta Indeks Aktivitas Tektonik (IAT). Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas segmen wilayah berada dalam kategori aktivitas tektonik sedang, dengan indikator-indikator tersebut menunjukkan deformasi yang stabil dan tidak ekstrem. Nilai faktor asimetri dan Indeks Aktivitas Tektonik menegaskan adanya pengaruh tektonik terhadap bentuk dan struktur geomorfologi daerah. Pola aliran sungai yang dominan berupa bentuk trellis dan paralel menunjukkan pengaruh struktur geologi dan kemiringan lereng yang curam. Selain itu, nilai integral hipsometrik mengindikasikan bahwa daerah Ciniru telah berkembang ke stadium dewasa hingga tua, yang ditandai oleh dominasi proses erosi. Secara keseluruhan, kondisi geomorfologi wilayah ini dipengaruhi oleh kombinasi proses tektonik moderat dan erosi berkelanjutan, yang berimplikasi pada stabilitas relatif namun tetap menunjukkan dinamika deformasi regional. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengaruh proses tektonik dalam pembentukan dan evolusi bentang alam di wilayah yang aktif secara tektonik.

References

Bull, W. B. (2009). Geomorphic responses to climatic change.

El Hamdouni, R., Irigaray, C., Fernández, T., Chacón, J., & Keller, E. A. (2008). Assessment of relative active tectonics, southwest border of the Sierra Nevada (southern Spain). Geomorphology, 96(1–2), 150–173. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2007.08.004.

Fitch, F. (1972). Plate Convergence, Transcurrent Faults and Internal Deformation.

Gafoer, S. A. (1993). Laporan Geologi Lembar Baturaja, Sumatera Selatan, Skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Hall, R. (2014). Sundaland: Basement Character, Structure dan Plate Tectonic Development. Proceeding Indonesian Petroleum Association.

Hugget, R. J. (2017). Fundamentals of Geomorphology. Fourth Edition penyunt. New York: Routledge Fundamentals of Physical Geography.

Keller, E. A., & Pinter, N. (1996). Active tectonics: earthquakes, uplift, and landscape. by Prentice-Hall, Inc. Simon and Schuster/a Viacom Company Upper Saddle River, New Jersey, 7458, 121–145.

Pulunggono, A., & Martodjojo, S. (1994). Perubahan Tektonik Paleogen–Neogen Merupakan Peristiwa Tektonik Terpenting di Jawa: Proceeding Geologi dan Geoteknik Pulau Jawa. Perecetakan Nafiri, Yogyakarta.

Rahmadini, S. (2025). Peta Geologi Ciniru dan Sekitarnya. 17, 302.

Sukardi. (1992a). Peta geologi lembar majenang 1 skala 100.

Sukardi. (1992b). Peta geologi lembar tasik skala 100.

Sukiyah, E., Sulaksana, N., Hendarmawan, H., & Rosana, M. F. (2012). The Drainage Basin Morphotectonic Role in The Development of Potency for Micro Hydro Electric Power in Southern Garut - Cianjur. Bionatura-Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 14(1), 1–11.

Sukristiyanti. (2018). Analisis Morfometri DAS di Daerah Rentan Gerakan Tanah. Seminar Nasional Geomatika.

Twidale, C. (2004). River Patterns and Their Meaning. Earth-Science Reviews 67, 159– 218.

Van Bemmelen, R. W. (1949). The Geology of Indonesia, Part I General Geology. The Hague, Netherland.

Widyatmanti, W. W. (2016). Identification of Topographic Elements Composition Based on Landform Boundaries From Radar Interferometry Segmentation (Preliminary Study on Digital Landform Mapping).

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Rahmadini, S., Sutriyono, E., & Ibrahim, M. M. (2025). Analisis Geomorfik Dalam Menentukan Aktivitas Tektonik Daerah Ciniru Dan Sekitarnya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2273–2279. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1405

Issue

Section

Articles