Korelasi Antara Pengetahuan Sains dan Sikap Terhadap Lingkungan pada Siswa Kelas IV SDN 1 Loyok
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1373Keywords:
pengetahuan sains, sikap terhadap lingkunganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan sains dan sikap terhadap lingkungan pada siswa kelas IV SDN 1 Loyok, hasil observasi yang peneliti lakukan di SDN 1 Loyok menunjukkan adanya sikap yang masih kurang positif di dalam diri siswa terkait dengan upaya pelestarian lingkungan. Hal ini tampak dari keseharian siswa yang masih menunjukkan perilaku negatif seperti membuang sampah sembarangan, mencoret tembok sekolah, dan lain lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap yang diharapkan dari para siswa di SDN 1 Loyok, terkait dengan pelestarian lingkungan, masih perlu di tingkatkan agar lebih positif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex post facto. Pertimbangan menggunakan metode ex post facto adalah menginghat bahwa data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini sudah ada, tetapi belum diukur. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Loyok Kecamatan Sikur tahun pelajaran 2024/2025, yang berjumlah 20 orang siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Untuk mendapatkan data pengetahuan sains siswa digunakan tes pilihan ganda dengan jumlah soal 30 buah pilihan ganda. Sedangkan untuk mendapatkan data sikap, digunakan angket dengan jumlah pernyataan 24 dan lembar obseravsi sikap siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan yang dicapai adalah bahwa terdapat korelasi antara pengetahuan sains dan sikap terhadap lingkungan pada siswa kelas IV SDN 1 Loyok tahun pelajaran 2024/2025. Hal ini tampak hasil analisis bahwa harga r-hitung > r-tabel (0.815 > 0.456). Jadi Ha diterima dan Ho ditolak pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (dk) = N – 1 = 20 – 1 = 19. Dengan melihat harga r hitung, maka disimpulkan bahwa korelasi bersifat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan sains yang dimiliki oleh siswa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap siswa tersebut terhadap upaya menjaga lingkungan hidup di sekolah. Semakin tinggi tingkat pengetahuan sains siswa, maka akan semakin positif pula sikap mereka terhdap lingkungan.
References
Arikunto, S. 2002. Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka cipta.
Budi, Kartika, F.Y. 1998. Pembelajaran Fisika yang Humanistis, dalam Pendidikan Sains yang Humanistis, ed. Oleh Sumaji. Yogyakarta Kanasius.
Djamarah, B.S. 2002. Guru dan Anak Didik Dlam Intraksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamidi,1986. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka cipta.
Harlen, W. Jelly S. and J. Elstgeest. 1977. Progress in Primary Science. London: Routledge.
Indrakusuma, 1973. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Sinar Baru.
Ibrahim dan Karyadi, 1993. Pengembangan Inopasi Kurikulum. Jakarta: Unipersitas Terbuka.
Muchdin. 2001. Mengorganisasikan Pasilitas dan Sumber Belajar. Bandung: Universitas Pendidikan
Nasution, Muslimin, dkk. (2004). Pendidikan Sains. Jakarta: Universitas Terbuka
Nurkencana dan Sunarthana, (1990) Prosedur Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktik. Surabaya: Prestasi Pustaka
Purwadarminta. WJS 1985. Kamus Umum Bhasa indonesia.Jakarta.Balai Pustaka.
Pristiadi Utomo, 2 Agustus 2008 Ilmuan Muda. Pemampatan Lingkungan. Blog At Word Pres. Com.
Ridwan. 2003. Skala Pengukuran Variabel Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ridwan. 2004. Statistika Untuk Lembaga dan Instansi Pemerintah/ Suasta. Bandung: Alfabeta.
Rivai, A. 1997. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.
Riyanto, Y. 2001. Metodelogi Penelitian. Surabaya: SIC.
Sardiman, 2004. Intraksi dan motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soeharto, K. 2003. Tekhnologi Pembelajaran. Surabaya: SIC
Soemarwoto, Otto, 1997. Ekologi, lingkungan hidup dan pembangunan. Jakarta: Rineka Cipta.
Suryabrata, S. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Suratmo, F.G, 2002. Analisis Mengenai Dampak lingkungan.Yoyakarta: UGM Press
Soekidjo, 2002. Metode penelitian. Jakarta: Rinika Cipta.
Sri Sumiyarti, 2002.Ilmu pendidikan. Jakarta: Balai pustaka.
Seri Sopiyati, 2008. Pemampaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar IPS Di SD. Jakarta: Indeks
Surakahmad, W. 1978. Metode Pendidikan. Bandung: Rosda karya
Usman Samatowa. (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pendidikan Nasional
Vessel, M.F. 1965. Elementary School Science Teaching. New Delhi: Pentice-Hall of India, Ltd.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi dan Geofisika (GeoScienceed)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




