Pengembangan Tes Miskonsepsi Ranah Kognitif pada Materi Suhu dan Kalor
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1234Keywords:
diagnostic test, misconception, four-tier test, heat and temperature, KahootAbstract
This study aims to develop a valid and reliable diagnostic misconception test instrument on the topic of heat and temperature based on Kahoot. Using the Research and Development (R&D) approach with a modified 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate—limited to the Develop stage), the instrument was designed as a four-tier test comprising answers, confidence levels, reasons, and confidence in reasons. The subjects were eleventh-grade science students in Garut Regency who had studied heat and temperature. The results indicated high validity and reliability, with a Cronbach’s Alpha coefficient in the high category. The difficulty index showed 25% easy, 60% moderate, and 15% difficult items, while most discrimination indices were good. The instrument effectively identified misconceptions, revealing that 31.82% of students experienced misconceptions, 50% lacked understanding, and 18.18% had correct conceptual understanding. Overall, the Kahoot-based four-tier diagnostic test proved effective for detecting misconceptions and can serve as a practical tool for teachers to design targeted instruction and remediation in physics learning.
References
Anggraini, A. (2022). Analisis tingkat kesukaran soal dalam pembelajaran fisika. Jurnal Pendidikan Sains, 10(2), 45–53.
Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Atika, A. (2022). Analisis butir soal berdasarkan tingkat kesukaran dan daya pembeda. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 8(1), 55–62.
Boro, Y. (2020). Analisis miskonsepsi dalam pembelajaran fisika menggunakan three-tier test. Jurnal Sains Pendidikan, 4(2), 10–18.
Damayanti, F. (2021). Efektivitas penggunaan aplikasi Kahoot dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(1), 112–120.
Fatimah, N. (2019). Analisis tingkat kesukaran dan daya pembeda butir soal pada evaluasi pembelajaran sains. Jurnal Inovasi Pendidikan, 5(3), 89–96.
Fitriani, D. (2021). Analisis daya pembeda soal dan validitas instrumen evaluasi pembelajaran. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 9(2), 33–41.
Fitriani, D., Sari, L., & Setiawan, R. (2022). Validitas dan reliabilitas instrumen tes diagnostik miskonsepsi siswa pada materi fisika. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 10(1), 45–58.
Gurel, D. K. (2015). Conceptual understanding and misconceptions in physics education. Journal of Science Education, 11(1), 9–15.
Habellia, F., Mulyadi, & Hasanah, R. (2021). Analisis kesulitan belajar siswa dalam memahami konsep fisika. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 17(3), 201–210.
Hanafi, M. (2017). Konsep penelitian dan pengembangan (Research and Development) dalam bidang pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 1–10.
Israwati, N. (2022). Pengembangan tes diagnostik four-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi fisika. Jurnal Pembelajaran Fisika, 6(2), 77–88.
Kaniawati, I., Rosita, D., & Nuraeni, L. (2019). Analisis miskonsepsi siswa pada konsep suhu dan kalor menggunakan four-tier test. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 5(2), 115–124.
Laili, N., & Saputro, A. (2024). Pengembangan alat evaluasi untuk mengidentifikasi miskonsepsi konsep fisika pada siswa sekolah menengah. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 12(1), 1–12.
Nasir, M. (2020). Pentingnya pemahaman konsep dalam pembelajaran fisika. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 16(2), 56–63.
Nikat, A. (2022). Teknik purposive sampling dalam penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Nurkancana, W., & Sunartana, I. M. (2018). Evaluasi hasil belajar. Surabaya: Usaha Nasional.
Okpatrioka, L. (2023). Research and development in education: Concept and application. Jakarta: Prenada Media.
Pradita, D., Santoso, H., & Yulianti, R. (2023). Analisis daya pembeda soal pada evaluasi pembelajaran fisika SMA. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 7(1), 21–29.
Rahmawati, D., & Suyatna, A. (2021). Pengembangan instrumen diagnostik miskonsepsi siswa dalam pembelajaran sains. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 9(2), 77–84.
Retnawati, H. (2016). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Yogyakarta: Parama Publishing.
Rosita, D. (2020). Analisis miskonsepsi konsep suhu dan kalor menggunakan four-tier test. Jurnal Pendidikan Sains, 8(1), 50–60.
Safira, N. (2023). Analisis reliabilitas instrumen menggunakan Cronbach’s Alpha dalam penelitian pendidikan. Jurnal Metodologi Penelitian Pendidikan, 5(1), 12–20.
Salfadilah, N. (2023). Pemanfaatan aplikasi Kahoot dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(2), 99–107.
Saputra, R., Lestari, N., & Rini, M. (2024). Faktor penyebab miskonsepsi pada pembelajaran fisika di SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 13(1), 1–10.
Saputri, D. (2021). Pengembangan four-tier diagnostic test untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor. Jurnal Penelitian Pendidikan Sains, 8(3), 33–41.
Sari, L., & Setiawan, R. (2020). Validitas dan reliabilitas instrumen tes diagnostik untuk mendeteksi miskonsepsi siswa. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 8(2), 123–134.
Silaban, R., Manurung, S., & Simanjuntak, M. (2024). Pentingnya penguasaan konsep dasar dalam pembelajaran fisika. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 12(1), 101–110.
Situmorang, M., Purba, J., & Simanjuntak, L. (2021). Pengembangan instrumen diagnostik berbasis penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 9(1), 22–30.
Solichin, M. (2017). Daya pembeda dan tingkat kesukaran soal dalam evaluasi pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Evaluasi, 5(2), 44–52.
Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Bloomington: Indiana University.
Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Kencana.
Veronicca, A. (2020). Pengembangan model 4D dalam penelitian pendidikan. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(3), 23–30.
Widodo, W., & Jatmiko, B. (2016). Pengembangan instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi fisika pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 12(2), 118–127.
Yusup, M. (2018). Uji reliabilitas instrumen penelitian pendidikan menggunakan Cronbach’s Alpha. Jurnal Penelitian Pendidikan, 5(2), 149–157.




