Karakteristik Petrologi dan Petrografi Satuan Batugamping Formasi Klasaman di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya
DOI:
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1224Keywords:
Batupasir, Formasi Klasaman, Petrologi, Petrografi, SalawatiAbstract
Lokasi penelitian batugamping berada di Daerah Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Batugamping Formasi Klasaman termasuk ke dalam Cekungan Salawati yang mempunyai karakteristik litologi yang beragam sehingga menarik untuk dilakukan pengamatan baik secara langsung ataupun secara mikroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi terkait komposisi penyusun batugamping, karakteristik dan jenis-jenis batugamping, hingga interpretasi proses dan faktor pembentukan batugamping tersebut. Batugamping dari Formasi Klasaman memiliki karakteristik yang sangat menarik untuk dikaji, baik dari segi petrologi dan petrografi, sedimentologi, maupun kandungan fosil dan porositasnya yang berpotensi sebagai reservoir migas. Formasi ini terbentuk pada lingkungan laut dangkal hingga menengah, yang dipengaruhi oleh perubahan muka air laut dan aktivitas tektonik pada masa Tersier. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dan analisis sayatan tipis petrografi kemudian diidentifikasi secara spesifik pada sayatan tipis di bawah mikroskop polarisasi untuk melihat komposisi material penyusun batugamping, meliputi grain, matriks, maupun semen. Hasil pengamatan lapangan dan melalui pengamatan mikroskopis berupa sayatan tipis batuan yang diamati di bawah mikroskop polarisasi dapat diidentifikasi bahwa jenis batugamping pada daerah penelitian merupakan jenis batugamping Packstone dan Kristalin. Pada batugamping Packstone menunjukkan keterdapatan fosil foraminifera besar, tekstur grain-supported dengan kandungan matrik mikrit, dan pori antar butir masih jelas. Sedangkan Batugamping Kristalin sudah menunjukkan tekstur rekristalisasi penuh, antar butiran menyatu, matriks asal hampir tidak kelihatan.
References
Amri, & dkk. (1990). Geological Map of Sorong Sheet, Irian Jaya, Scale 1:250.000. Geological Research and Development Centre.
Dunham, R. L. (1962). Classification of Carbonate Rocks According to Depositional Texture. American Association of Petroleum Geologists Bulletin.
Hamilton, W. (1979). Tectonic of the Indonesia Region. Geological Survey Professional Papers, 1078.
Ovinda, Sunardi, E., Hamdani, A. H., Burhannudinnur, M., & Triwerdhana, A. (2018). Facies and Sequence Stratigraphy Analyses of Klasaman Formation in the “X Well”, Northern Salawati Basin, Papua, Indonesia. Open Journal of Geology, 08(05), 499–513. https://doi.org/10.4236/ojg.2018.85030
Satyana, A. H. (2008). Aromatic Methylphenanthrene Biomarker and Maturity of Oils Keys to Identifiying New Active Source Rocks in the Salawati Basin Indoonesia. AAPG International Conference and Exhibiotion. Cape Town, South Africa.
Satyana, A.H., 2009. Emergence of New Petroleum Systemin The Mature SalawatiBasin : Keys From Geochemical Biomarker. Proceedings, Indonesian Petroleum Association, Thirty-Third Annual Convention & Exhibiton.
Satyana, A.H. and Herawati, N. 2011. Sorong Fault Tectonism and Detachment of Salawati Island: Implications for Petroleum Generation and Migration in Salawati Basin, Bird’s Head of Papua. Proceedings Indonesian Petroleum Association,
Tucker, M. E. dan Wright., V. P. 1990. Carbonate Sedimentology. London: Blackwell Scientifie Publications
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi dan Geofisika (GeoScienceed)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




