Makian dalam Masyarakat Angkola: Kajian Sosiolinguistik terhadap Ujaran Kasar sebagai Cermin Nilai Budaya

Authors

  • Muhammad Ridwan Politeknik Negeri Jakarta
  • Elitaria Bestri Agustina Siregar Politeknik Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1218

Keywords:

makian, sosiolinguistik, bahasa Angkola

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk, makna, dan fungsi makian dalam masyarakat penutur bahasa Angkola, sebuah kelompok etnolinguistik di Sumatera Utara. Fokus kajian diarahkan pada hubungan antara ujaran kasar dan nilai-nilai budaya yang berlaku di masyarakat tersebut. Melalui pendekatan sosiolinguistik dan metode observasi partisipatif, ditemukan bahwa makian dalam bahasa Angkola tidak semata-mata mencerminkan ekspresi kemarahan, tetapi juga menggambarkan norma sosial, moralitas, dan pandangan hidup masyarakat. Makian-makian tersebut dikategorikan berdasarkan tema seperti agama, kelamin, profesi, binatang, hingga makhluk supranatural. Beberapa di antaranya memiliki fungsi ekspresif negatif, sedangkan sebagian kecil lainnya digunakan secara humoris sebagai penanda keakraban. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa makian dalam masyarakat Angkola memiliki dimensi pragmatis yang kompleks: (1) sebegai bentuk ekspresi marah atau jengkel dan (2) sebagai bentuk pengakraban suasana atau sapaan. dan dapat menjadi cermin nilai-nilai lokal yang dijunjung tinggi.

References

Bowers, Jeff & Pleydell-Pearce, Christopher. 2011. Swearing, Euphemisms, and Linguistic Relativity. PloS one. 6. e22341. 10.1371/journal.pone.0022341.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Crystal, David. 1995. The Cambridge Encyclopedia of The English Language. Cambridge: Cambridge University Perss.

Hofstede, Geerd 1984: Culture's Consequences. International Differences in Work-Related Values. Newbury Park: Sage Publications.

Horton, P. B & Chester L. H. 1996. Sosiologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hudson, R.A. 1996. Sociolinguistics. England: Cambridge University Press.

Kristy Beers Fägersten, Tony McEnery: Swearing in English. Bad Language, Purity and Power from 1586 to the Present. Routledge, 2005., Applied Linguistics, Volume 27, Issue 3, September 2006, Pages 542–545, https://doi.org/10.1093/applin/aml026

Ljung, Magnus. 2006. Svordomsboken. Terj. Uddevala: Nordstedts Akademiska Forlag.

Meyerhoff, Miriam. 2006. Introducing Sociolinguistics. NY: Routledge.

Montagu, A. 1967. The Anatomy of Swearing. New York: Collier Books.

Stapleton, Karyn. 2003. Gender and Swearing: A Community Practice. Women and Language. 26. 22–33.

Van Lancker Sidtis, Diana & Cummings, J. 1999. Expletives: Neurolinguistic and Neurobehavioral Perspectives on Swearing. Brain Research: Brain Research Reviews. 31. 83-104. 10.1016/S0165-0173(99)00060-0.

Wijana, I Dewa Putu. “Kata-kata Kasar dalam Bahasa Jawa” dalam Humaniora vol. 20, No.3. Oktober 2008. Hal. 249–256, Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Ridwan, M., & Agustina Siregar, E. B. (2025). Makian dalam Masyarakat Angkola: Kajian Sosiolinguistik terhadap Ujaran Kasar sebagai Cermin Nilai Budaya . Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(4), 2262–2267. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1218

Issue

Section

Articles