Penelitian bertujuan untuk menganalisis pemerintah dalam pengelolaan pendidikan dasar. Penelitian ini melibatkan pemerintah dan sekolah dasar disekitar Mataram sebagai partisipan. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi makalah akademis, dan telaah dokumen kinerja. Di era digital, keterampilan manajemen pendidikan dasar sangat perlu untuk beradaptasi dengan pendidikan yang terus berkembang. Temuan menunjukkan kurangnya adaptasi terhadap kebijakan pendidikan dan terbatasnya komitmen terhadap profesionalisme pemerintah dan sekolah dasar. Meskipun mencapai komitmen terhadap penulisan akademik, Pemerintah fokus pada tujuan kognitif, mengabaikan penerapan praktis di sekolah dasar dan menghadapi kendala manajemen di sekolah dasar. Dalam pendidikan dasar pemerintah harus mengkordinir para sekolah. Pengembangan kompetensi bersifat sporadis, dengan persentase yang signifikan belum menjalani pelatihan, dan Semua responden kurang dukungan terhadap latensi pendanaan penelitian. Tindakan mendesak diperlukan untuk meningkatkan adaptasi kebijakan guru, memperluas tujuan pendidikan dasar agar mencakup penerapan praktis, meningkatkan perencanaan penerimaan peserta didik baru, dan memberikan dukungan yang konsisten untuk pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan bantuan keuangan. Penelitian ini menekankan perlunya perbaikan komprehensif untuk mengatasi tantangan saat ini dalam profesionalisme pemerintah dalam pendidikan dasar, sehingga memberikan kontribusi wawasan berharga untuk kebijakan dan praktik pendidikan.