Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan literasi digital peserta didik kelas V SD Negeri 16 Mataram melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS materi jaring-jaring makanan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 36 peserta didik, dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan literasi digital. Pada siklus I, persentase peserta didik yang mencapai kategori Sangat Tinggi hanya sebesar 5,6%, kategori Tinggi sebesar 16,6%, kategori Sedang sebesar 33,3%, kategori Rendah sebesar 27,8%, dan kategori Sangat Rendah sebesar 16,6%. Namun, setelah penerapan model PBL pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan 27,8% berada di kategori Sangat Tinggi, 41,7% di kategori Tinggi, 19,4% berada di kategori Sedang, 8,3% berada di kategori Rendah, dan hanya 2,8% berada di kategori Sangat Rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan literasi digital peserta didik, dibuktikan dengan peningkatan rata-rata skor dari 43,75 pada siklus I menjadi 67,15 pada siklus II.